Rabu, 08 Oktober 2025

Pramugari

  


Aku lahir dari keluarga yang kaya, di Singapura. Usaha ayahku di bidang eksport/import makanan beku mengharuskanku untuk kerap nampak negeri bertemu bersama dengan klien.

Suatu hari, saya wajib terbang ke LA. Dan perjalanan sepanjang 15 jam dari Singapura direct ke LA sangatlah panjang dan membosankan. Aku sudah melihat tiga film, makan dua kali dan masih tersedia sisa 7 jam perjalanan.

Karena saya duduk di bussiness class di upper deck, saya mampu leluasa turun ke lower deck. Karena dua-duanya adalah zone Bussiness Class. Sekitar 5 menit, saya lihat pemandangan awan dari jendela kecil.

” Excuse me, sir… ” sebuah suara halus menyapaku bersama dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis tengah tersenyum padaku. ” Are you from upper deck? ” Aku mengangguk, ” Yeah… why? ” saya mengintip name tag di dadanya.

Yuliana Sastri… wah nama indonesia nih ! ” I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time… ” jawabnya bersama dengan sopan. ” Dari Indonesia ya kamu? ” todongku. ” Lho… iya ! Bapak dari Indo juga? ” tanya lagi. ” Uh kok Bapak sih… belum terhitung tua, kok dipanggil Bapak… panggil nama aja… saya Joe… ” ” Oh… saya Lia… Bapak eh… kamu berkenan ke LA ya? ” kemudian kami ngobrol ngalor ngidul sepanjang tigapuluh menit.

Ia sudah tinggal di luar negeri sepanjang lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bandung. Umurnya baru 23. Belum memiliki pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lantas tiba-tiba seorang pramugari lain menghampirinya dan kala mereka mengobrol, saya mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka.

” Yah… saya ditinggal sendiri deh, hehe… ” katanya setelah temannya pergi. ” Lho, kenapa? ” ” Jam istirahat… tadi saya uda istirahat 3 jam… dan habis ini giliran shift ke dua istirahat. selayaknya berdua-berdua, tetapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam kembali baru balik. Untung aja gak penuh… ” ” Oh… gitu… ya… gapapa deh… saya temani… saya bosen banget dari tadi di atas… sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi… “

Lia tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan saya menjadi meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali layaknya orang Jepang. ” Kamu beneran nih belum memiliki cowok?” tanyaku iseng. ” Lagi ga ada… soalnya cowok terakhir bikin jadi bosan banget. Dia ga fun dan old fashion… “

Lalu ia menjadi bercerita mengenai mantannya yang masih menganut kebiasaan kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita. ” Maaf ya, saya kok jadi cerita kayak gini… hihi… habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik serupa saya ya… mungkin saya terlalu jelek ya… ” katanya menerawang.

” Gak, kok… kamu cantik banget… dan… ” saya menatap matanya, ” seksi… bodi kamu seksi banget. Daritadi saya berkhayal bodi kamu di balik seragam itu… ” tambahku bersama dengan berani. Mungkin saya menjadi mabuk sebab dua gelas white wine. ” Masa? Kamu boong ya… Joe… saya kan ga seksi. Toketku aja cuma 34B, hmmm ga seksi serupa sekali deh… ” Aku menatapnya bersama dengan penuh napsu. 34B, boleh juga… ” Kalau kamu kasi saya liat, saya mungkin mampu menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak… ” tantangku.

“Yuk raih keberuntunganmu dengan bermain kartu online dengan menggunakan uang asli, hanya di dominobet anda akan mendapatkan jackpot hingga puluhan juta rupiah

Lia tampak terkejut. Tapi ia lantas lihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap sebab seluruh penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku ,” Beneran nih? ” ” Sumpah… ” Lalu Lia memberi sinyal agar saya mengikutinya. Ia lantas menjadi berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas daripada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin sebab suara mesin.

Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia Mengenakan bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu. ” Lia… kamu seksi banget… ” desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Lia membalas ciumanku bersama dengan penuh gairah, dan saya mendorong tubuhnya ke dinding toilet.

Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Lia mendesah pelan. Ia menciumku makin lama dalam. Aku lantas berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya. Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak terlalu seksi. ” God, u re so sexy, baby… ” bisikku di telinganya.

Lalu tanganku langsung repot membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Lia menjadi meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak suka menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, saya langsung menciumi seluruh payudaranya. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat.

Aku ingat, pacarku paling suka kalau saya berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak tersedia waktu, sebab siapa saja mampu mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah. Lia menjadi berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kontolku yang keras dari balik boxer kainku, dan mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Lia ke westafel dan kubuka celana dalamnya. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya.

Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing layaknya cewek-cewek di luar pada umumnya. Kujilati memeknya bersama dengan nikmat, sudah terlalu basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya bersama dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan.

Kumasukan dua jari tanganku ke dalam memeknya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak terlalu menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam liangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin lama membuka pahanya, melewatkan saya laksanakan bersama dengan leluasa. Semakin saya cepat menggosok klitorisnya, makin lama keras desahannya.

Sampai-sampai saya risau bakal tersedia orang yg mendengar dari luar. Lalu tiba-tiba ia raih kepalaku, dan layaknya menyuruhku menjilati memeknya. ” Ahhh… ahhh… I’m gonna come… Arghhhh… uhhh… yes… yes… baby… ” ia mendesah-desah girang ketika lidahku menghimpit klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin lama mengocok memeknya. Semenit kemudian, Lia terlalu orgasme, dan sebabkan mulutku basah kuyub bersama dengan cairannya. Ia tersenyum lantas mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri bersama dengan nikmat.

Ia lantas mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku bersama dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kontolku yang belum tegak benar. Jari-jarinya bersama dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, saya menjadi bakal keluar. Jilatan dan isapannya terlalu kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat.

Lia si pramugari melewatkan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok kontolku bersama dengan penuh gairah. Dadanya naik turun bersama dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya bersama dengan keras. Ia tampak terlalu menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, saya memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya agar saat ini posisiku berdiri, bersama dengan kakinya melingkar di pinggangku.

Kupegang pantatnya yang berisi dan menjadi kukocok bersama dengan kasar. Lia si pramugari tampak terlalu menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit bersama dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ,” Oh… gitu Joe… gigit layaknya itu… I feel sexy… ”

Kugigit bersama dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Lia makin lama terangsang. kontolku tetap memompa memeknya bersama dengan cepat, dan kurasakan memeknya makin lama menyempit… ” gila… memek lo kok menyempit gini, sih Lia… Oh… gila… ” Ia tersenyum senang.

Mungkin ia suka latian body language, soalnya pernah mantanku yang guru BL, mampu menyesuaikan memeknya jadi sempit jadi gini, bersama dengan latihan rutin. kontolku nampak masuk memeknya bersama dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Lia merem melek, dan ia makin lama menggila, lenguhan dan desahannya makin lama kencang sampai saya wajib menutup mulutnya bersama dengan sebelah tangannku.

” Ah joe… You’re so… soo… Ohh… i am gonna come… i m gonna come… again… Arghhh… Ohhhhh uhhhhhh… ” Lia orgasme untuk ke dua kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena saya masih belum keluar, saya mencabut kontolku dari memeknya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap westafel.

Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Lia si pramugari tampak paham maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kontolku ke memeknya dari belakang. Ia mengeram senang, dan saya mampu lihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya luntur sebab keringat, tetapi tubuh seksinya tampak terlalu indah.

Aku menjadi memompa memeknya bersama dengan pelan, lantas makin lama cepat, dan tangan kiriku raih puting payudaranya, dan memilinnya bersama dengan kasar, kala tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. ” yeah… I am your bitch… fu*k me real hard… please… “

Buset… ga nyangka tampilan manisnya ternyata cuma di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin lama terangsang. kontolku makin lama cepat menusuk2 memeknya yang makin lama lama makin lama menjadi licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya bersama dengan cepat.

“Mau Dapat Uang Dengan Main Kartu Online Seperti Poker, Kiyu-kiyu,ceme, Capsa? Buruan Daftar Diri Anda di Domino QiuQiu dan Dapatkan Jackpot Dari Game Ini”

Badan Lia si pramugari naik turun cocok irama kocokanku, dan saya makin lama horny melihatnya menggumamkan kalimat kasar. kontolku makin lama tegang dan tetap menghantam memeknya dari belakang. Ia berkenan orgasme lagi, rupanya, sebab wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya bersama dengan lebih cepat. ” Ah… baby… yeah… oh yeah… ” kontolku menjadi makin lama becek oleh cairan memeknya.

“Lia… saya terhitung berkenan nampak nih… ” ” oh tahan dulu… kasih aku… kontolmu… tahan!!!!” Lia langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kontolku bersama dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun bersama dengan cepat layaknya permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ” ArGGGhhhh!! Oh yes !! ” erangku tertahan.

Lia si pramugari menyedot kontolku bersama dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kontolku, tetapi ia tidak peduli, tangan kirinya menghimpit pelirku dan kanannya mengocok kontolku bersama dengan gerakan makin lama pelan.

Kakiku lemas dan saya terduduk di kursi toilet yg tertutup. Lia si pramugari berlutut dan menjilati seluruh kontolku bersama dengan rakus. ” Kamu risau gak, kalau saya bilang, saya suka banget serupa sperma cowok ?” bisiknya bersama dengan suara manis sekali. Di sela-sela engahanku, saya menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga berkenan serupa cewek hot begini… !!

Setelah Lia si pramugari menjilat bersih kontolku, ia memakaikan celana jeansku, lantas Mengenakan seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam kala 5 menit, ia sudah tampak layaknya pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks layaknya barusan. Ia memberi sinyal agar saya tidak bersuara, lantas perlahan-lahan membuka pintu toilet.

Setelah yakin aman, ia nampak dan saya mengikutinya dari belakang.

” Baiklah, Pak Joe… saya wajib siap-siap untuk meal pelayanan berikutnya, mungkin Bapak berkenan istirahat sejenak? ” godanya bersama dengan suara seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum saya ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang terlalu panas.

Habis flight itu, ia memberiku no telepon hotelnya di LA, dan kami ngeseks gila-gilaan tiap hari. Ternyata Lia si pramugari terlalu hyper sex dan mampu orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan saya cuma mampu bucat 2 kali sehari. Dalam flight kembali ke LA, saya mengupgrade kursiku ke first class , sebab ia bertugas di first class.

Dan sekali kembali kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan kawan kerjanya. Kami masih kerap ketemu sampai hari ini. Kalau saya ke kota dimana dia tinggal

Saat jauh dari istri

 kurasakan tangan Novi memegang perutku.

“Mau kemana Ed?”, tanyanya sambil melepas nafar panjang.

“Mau mandi dulu nich, lengket semua rasanya badanku”, Jawabku sambil menoleh ke arahnya.

“Mau Dapat Uang Dengan Main Kartu Online Seperti Poker, Kiyu-kiyu,ceme, Capsa? Buruan Daftar Diri Anda di Domino QiuQiu dan Dapatkan Jackpot Dari Game Ini”

“Tunggu dikit lagi, kita mandi sama-sama” Novi memohon sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggangku.

Lalu kamipun pergi ke kamar mandi dan mandi berdua serta mengulanginya permainan seks yang sempat terputus tadi di kamar. Setelah merasa puas melakukan persetubuhan, kamipun istirahat sambil berpelukan hingga esok pagi. Sejak kejadian itui saya dan Novi semakin akrab dan selalu mengulangi persetubuhan yang telah kami lakukan. Sampai akhirnya istrikupun pulang kembali ke apartemenku, tapi itu tidak membuatku lupa akan persetubuhan dengan Novi.

Kami sering melakukan persetubuhan di apartemenku tatkala istriku tidak ada atau di kantor, hotel serta apartemen Novi bila istriku sedang di rumah.

Rabu, 01 Oktober 2025

Tante depan rumah



Cerita Dewasa – Boby namaku, umurku 18 tahun, aku adalah anak tetangga depan rumah Melisa. Aku masih kelas 3 SMP. Boby adalah sosok anak laki-laki yang mulai mengalami masa puber,masa ingin tau, masa ingin mencoba sesuatu hal yang membuat dia penasaran.


Melisa umur 31 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga, mempunyai dua orang anak yang satu umurnya 2 tahun dan yang satu umurnya 6 tahun. Suaminya, Bagas umurnya 40 tahun, adalah karyawan di suatu perusahaan swasta di Bandung. Melisa sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan wanita. Tapi ada yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat aduhai sekali. Payudaranya sangat besar, sangat enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat.


Waktu itu Melisa sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Melisa langsung mengejar mereka. Tapi tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Melisa terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Melisa langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Boby, anak tetangga depan rumah Melisa kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Melisa sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Boby langsung lari ke arah Melisa.


“Kenapa tante?” tanya Boby.

“Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Bob…” ujar Melisa sambil meringis.

“Bantu saya berdiri, Bob…” kata Melisa.

“Iya tante,” kata Boby sambil memegang tangan Melisa dan dibimbingnya bediri.

“Bob, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya…” kata Melisa.

“Iya tante,” kata Boby sambil segera menghampiri anak-anak Melisa.


“Raih Keberuntunganmu dengan bermain Dominobet, games kartu online dengan menggunakan uang asli, terdiri permainan Capsa, Poker, Kiyu-kiyu, Sakong dan lain-lain. Dapatkan Jackpot hingga ratusan juta rupiah.”


Sementara Melisa segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Boby mengantarkan anak-anak Melisa ke rumahnya, Melisa sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.


“Ada obat merah tidak, tante?” tanya Boby.

“Ada di dalam, Bob,” kata Melisa.

“Kita ke dalam saja…” kata Melisa lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dalam rumah.

Boby dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.

“Mana obat merahnya, tante?” tanya Boby.

“Di atas sana, Bob…” kata Melisa sambil menunjuk kotak obat.

Boby segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Boby segera kembali dan mulai mengobati lutut Melisa.

“Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Boby.

“Tidak apa-apa kok, Bob. Tante senang ada yang menolong,” kata Melisa sambil tersenyum.

Boby mulai memegang lutut Melisa dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.

“Aduh, perih…” kata Melisa sambil agak menggerakkan lututnya.


Cerita Seks Tante Bohay Depan Rumah – Secara bersamaan rok Melisa agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Boby. Boby terkesiap melihatnya. Tapi Boby pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus Melisa menggoda mata Boby untuk melirik walau kadang-kadang. Hati Boby agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Melisa. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Melisa memakai celana pendek.


Boby biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Melisa sambil onani. Tapi kini, di depan mata sendiri, paha mulus Melisa sangat jelas terlihat. Melisa sepertinya sadar kalau mata Boby sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Melisa merapikan duduknya dan juga menutup pahanya. Bobypun sepertinya terkesima dengan sikap Melisa tersebut. Boby menjadi malu sendiri.


“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Boby.

“Iya, terima kasih,” kata Melisa sambil tersenyum.

“Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi,” ujar Melisa lagi sambil tetap tersenyum.

“Kenapa kamu nunduk terus, Bob?” tanya Melisa.

“Tidak apa-apa, tante…” ujar Boby sambil sekilas menatap mata Melisa lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.

“Ayo, ada apa?” tanya Melisa lagi sambil tersenyum.

“Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tidak sengaja…” kata Boby sambil tetap menunduk.

“Lihat apa?” tanya Melisa pura-pura tidak mengerti.

“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Boby sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri. Melisa tersenyum mendengarnya.

“Tidak apa-apa kok, Bob,” kata Melisa.

“Kan hanya melihat.. Bukan memegang,” kata Melisa lagi sambil tetap tersenyum.

“Lagian, saya tidak keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Melisa lagi sambil tetap tersenyum.


Ketika kaki Boby menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yang berdesir dari kaki yang tersentuh sampai ke hati. Melisa merasakan sesuatu yang lain akan kejadian tak sengaja itu.. Tiba-tiba Melisa merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yang membuat perasaannya tidak menentu. Sentuhan kaki Boby terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh.


“Kamu sudah punya pacar, Bob?” tanya Melisa sambil menatap Boby.

“Belum tante,” kata Boby sambil tersenyum.

“Lagian saya tidak tahu caranya mendapatkan perempuan,” ujar Boby lagi sambil tetap tersenyum. Melisapun ikut tersenyum.

“Pernah tidak kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Melisa lagi.

“Keinginan apa tante?” tanya Boby. Melisa tersenyum.

“Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara…” kata Melisa.

Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.

“Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?” tanya Melisa.

“Tidak ada, tante,” kata Boby.

“Tadi tante mau tanya apa?” kata Boby penasaran.

“Begini, apakah kamu suka kepada Bobita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh Bobita?” tanya Melisa.


“Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tidak akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Melisa lagi.

“Kamu juga mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Melisa lagi.

“Iya, tante,” kata Boby.

“Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi…” kata Melisa sambil tersenyum.

“Ya, saya suka melihat perempuan yang tubuhnya bagus. Saya juga suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Boby tanpa ragu.

“Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Melisa lagi. Boby agak ragu untuk menjawab.

“Ayolah…” kata Melisa sambil memegang tangan Boby. Tangan Boby bergetar.. Melisa tersenyum.

“Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, juga.. Juga.. Juga saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…” kata Boby dengan nafas tersendat.

“Oh, ya? Tadi itu kamu lihat apa saja,” kata Melisa pura-pura tidak tahu, sambil terus menggenggam tangan Boby yang terus gemetar.


“Mm.. Lihat orang sedang begituan…” kata Boby.

“Begituan apa?” tanya Melisa lagi.

“Ya, lihat orang sedang bersetubuh…” kata Boby.

Melisa kembali tersenyum, tapi dengan nafas yang agak memburu menahan sesuatu di dadanya.

“Kamu suka tidak film begitu?” tanya Melisa.

“Iya suka, tante?” kata Boby sambil menunduk.

“Mau coba seperti di film, tidak?” kata Melisa.

Boby diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Melisa mendekatkan tubuhnya ke tubuh Boby. Wajahnya di dekatkan ke wajah Boby.

“Mau tidak?” tanya Melisa setengah berbisik.


Cerita Seks Tante Bohay Depan Rumah – Boby tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Melisa membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Boby. Boby tetap diam dan makin gemetar. Melisa terus menciumi wajah Boby, lalu akhirnya dilumatnya bibir Boby.. Lama-lama Bobypun mulai terangsang nafsunya. Dengan pasti dibalasnya ciuman Melisa.


“Masukkan tangan kamu ke sini…” kata Melisa dengan nafas memburu sambil memegang tangan Boby dan mengarahkannya ke dalam baju Melisa.

“Masukkan tangan kamu ke dalam bra saya, Bob.. Pegang payudara saya,” kata Melisa sambil tangannya meremas Penis Boby dari luar celana.


Sementara tangan Boby sudah masuk ke dalam Bra Melisa dan mulai meremas-remas payudara Melisa.


“Mmhh.. Terus sayang…” kata Melisa.

“Tangan saya pegal, tante…” kata Boby polos.

“Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk…” ajak Melisa sambil menarik tangan Boby. Sesampainya di dalam kamar..

“Buka pakaian kamu, Bob…” ujar Melisapun melepas seluruh pakaiannya sendiri.

“Iya, tante…” kata Boby.


Melisa setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Boby terkesima melihat tubuh telanjang Melisa. Seumur-umur Boby, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita di depan mata. Apalagi wanita tersebut adalah wanita yang sering di bayangkannya bila onani. Penis Boby langsung tegang dan tegak.


“Naik sini, Bob…” kata Melisa.

“Iya, tante…” kata Boby.

“Sini naik ke atas tubuh saya…” kata Melisa sambil mengangkangkan pahanya.


Boby segera menaiki tubuh telanjang Melisa. Melisa langsung melumat bibir Boby dan Bobypun langsung membalasnyanya dengan hebat. Sementara satu tangan Boby meremas payudara Melisa yang tidak terlalu besar. Sementara Penis Boby sesekali mengenai belahan vagina Melisa.


“Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus…” desah Melisa sambil memegang tangan Boby yang sedang meremas payudaranya, dan tangan mereka bersamaan meremas payudaranya.

“Ohh.. Sshh…” kata Melisa. Bobypun dengan bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati payudara Melisa.

“Bob, jilati vagina ya, sayang…” pinta Melisa.

“Tapi saya tidak tahu caranya, tante,” kata Boby polos.

“Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke vagina, lalu kamu jilati belahannya…” kata Melisa setengah memaksa dengan menekan kepala Boby ke arah vaginanya.


Boby langsung menuruti permintaan Melisa. Dijilatinya belahan vagina Melisa sampai tubuh Melisa mengejang menahan nikmat.

“Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang…” desah Melisa sambil meremas kepala Boby.

“Bob, kamu jilati bagian atas sini…” kata Melisa sambil jarinya mengelus kelentitnya.

Lalu lidah Boby menjilati habis kelentit Melisa.. Melisa kembali menggelepar merasakan nikmat yang teramat sangat.

“Teruss.. Sshh.. Ohh…” desah Melisa sambil badannya semakin mengejang.


Pahanya rapat menjepit kepala Boby. Sementara tangannya semakin menekan kepala Boby ke vaginanya. Tak lama..

“Ohh…” desah Melisa panjang. Melisa orgasme.

“Sudah, Bob.. Naik sini,” kata Melisa.

Boby lalu menaiki tubuh Melisa. Melisa lalu mengelap mulut Boby yang basah oleh cairan vaginanya. Melisa tersenyum, lalu mengecup bibir Boby.

“Mau tidak Penis kamu saya hisap,” kata Melisa.

“Mau tante,” kata Boby bersemangat.

“Bangkitlah.. Sinikan Penis kamu,” kata Melisa sambil tangannya meraih Penis Boby yang tegang dan tegak.


Cerita Seks Tante Bohay Depan Rumah – Boby lalu mengangkangi wajah Melisa. Melisa segera mengulum Penis Boby. Tidak hanya itu, Penis Boby lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Boby tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.


“Ohh.. Tantee.. Enaakk…” jerit kecil Boby sambil memompa Penisnya di mulut Melisa.

“Masukkin ke vagina, sayang…” kata Melisa setelah dia beberapa lama menghisap Penis Boby.

Boby lalu mengangkangi Melisa. Sementara tangan Melisa memegang dan membimbing Penis Boby ke lubang vaginanya.


“Ayo tekan sedikit, sayang…” kata Melisa.


Boby berusaha menekan Penisnya ke lubang vagina Melisa sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Penis Boby berhasil masuk dan mulai memompa vagina Melisa. Boby merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang Penisnya.


“Mau Dapat Uang Dengan Main Kartu Online Seperti Poker, Kiyu-kiyu,ceme, Capsa? Buruan Daftar Diri Anda di Domino QiuQiu dan Dapatkan Jackpot Dari Game Ini”


“Bagaimana rasanya, Bob?” tanya Melisa sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.

“Ohh.. Sangat enakk, tanttee…” kata Boby tersendat sambil memompa Penisnya keluar masuk vagina Melisa.


Melisa tersenyum.. Setelah sekian lama memompa Penisnya, tiba-tiba tubuh Boby mengejang. Gerakannya makin cepat. Melisa karena sudah mengerti langsung meremas pantat Boby dan menekankannya ke vaginanya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..


“Ohh.. Hohh…” desah Boby. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Melisa.

“Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Melisa sambil memeluk Boby.

“Sangat enak, tante…” kata Boby.

Senin, 29 September 2025

Teman kantor

 




Di kantorku аdа ѕеоrаng wаnіtа bеrjіlbаb уаng ѕаngаt саntіk dаn аnggun. Tіnggіnуа ѕеkіtаr 165 сm dеngаn tubuh yang langsing. Kulіtnуа рutіh dеngаn lеngѕung ріріt dі pipi menambah kecantikannya, ѕuаrаnуа hаluѕ dаn lеmbut. 

 

Sеtіар hаrі dіа mеngеnаkаn bаju gаmіѕ уаng раnjаng dаn longgar untuk mеnуеmbunуіkаn lеkuk tubuhnуа, nаmun аku уаkіn bаhwа tubuhnуа раѕtі іndаh. Namanya Rіnа, dіа ѕudаh bеrѕuаmі dan beranak 2, uѕіаnуа ѕеkіtаr 30 tаhun. 

 

Dіа ѕеlаlu mеnjаgа раndаngаn matanya tеrhаdар lawan jenis yang bukаn muhrіmnуа, dаn jika bersalamanpun dіа tidak іngіn bеrѕеntuhаn tangan. 

 

Namun kesemua іtu tіdаk mеnurunkаn rаѕа kеtеrtаrіkаnku padanya, bahkan аku ѕеmаkіn реnаѕаrаn untuk bisa mеndеkаtіnуа араlаgі ѕаmраі bіѕа mеnіkmаtі tubuhnуа…., Yа…. Bеnаr… Aku mеmаng tеrоbѕеѕі dengan temanku іnі. 

 

Dіа betul-betul membuatku реnаѕаrаn dаn mеnjаdі оbjеk khауаlаnku ѕіаng dаn mаlаm dі saat kеѕеndіrіаnku dі kamar kоѕt. Aku sebenarnya ѕudаh berkeluarga dаn mеmіlіkі 2 оrаng аnаk уаng mаѕіh kесіl-kесіl. 

 

Namun anak dаn іѕtrіku bеrаdа dі luаr kota dеngаn mertuaku, ѕеdаngkаn аku dі ѕіnі kоѕt dаn pulang kе іѕtrіku ѕеmіnggu ѕеkаlі. Kesempatan untuk bіѕа mеndеkаtіnуа akhirnya dаtаng jugа, Kеtіkа аku dаn dіа ditugaskan оlеh аtаѕаn kami untuk mеngіkutі wоrkѕhор dі ѕеbuаh hоtеl di kota Bandung selama seminggu. 

 

Hаrі-hаrі pertama workshop аku bеruѕаhа mеndеkаtіnуа аgаr bіѕа bеrlаmа-lаmа ngоbrоl dengannya, nаmun Dіа bеnаr-bеnаr tеtар mеnjаgа jаrаk dеngаnku, hingga раdа hаrі kеtіgа kami mendapat tugаѕ уаng hаruѕ diselesaikan ѕесаrа bеrѕаmа-ѕаmа dаlаm satu unіt kerja. 

 

Hаѕіl pekerjaan hаruѕ dіѕеrаhkаn раdа hari kelima. Untuk itu kаmі bеrѕераkаt untuk mеngеrjаkаn tugаѕ tersebut di kamar hotelnya, kаrеnа kamar hotel уаng ditempatinya terdiri dаrі dua ruаngаn, yaitu ruаng tamu dаn kаmаr tіdur. 

 

Sоrе hаrіnуа раdа saat tіdаk аdа kеgіаtаn wоrkѕhор, аku sengaja jalan-jalan untuk mеnсаrі obat perangsang dаn kеmbаlі lаgі sambil mеmbаwа makanan dan minuman rіngаn. 

 

Sеkіtаr jаm tujuh mаlаm аku mendatangi kamarnya dan kаmі mulаі bеrdіѕkuѕі tеntаng tugas уаng dіbеrіkаn. Selama bеrdіѕkuѕі kаdаng-kаdаng Rіnа bоlаk-bаlіk mаѕuk kе kаmаrnуа untuk mеngаmbіl bahan-bahan уаng dia ѕіmраn dі kаmаrnуа, dаn раdа saat dia mаѕuk ke kаmаrnуа untuk kеmbаlі mеngаmbіl bаhаn yang dіреrlukаn maka dengan сераt аku mеmbubuhkаn obat реrаngѕаng уаng telah аku persiapkan. 

 

Dan аku melanjutkan реkеrjааnku ѕеоlаh-оlаh tidak terjadi ара-ара ketika dia kembali dаrі kаmаr. Hаtіku mulаі bеrbungа-bungа, kаrеnа оbаt perangsang уаng kububuhkan раdа minumannya mulаі bereaksi. Hаl іnі tаmраk dаrі deru nараѕnуа уаng mulаі memburu dаn duduknуа gelisah ѕеrtа butiran-butiran keringat yang mulаі munсul dikeningnya. 

 

Selain іtu ріkіrаnnуарun nampaknya sudah ѕuѕаh untuk fосuѕ terhadap tugаѕ уаng ѕеdаng kami kеrjаkаn Nаmun dеngаn ѕеkuаt tеnаgа dia tetap mеnаmріlkаn kеѕаn ѕеbаgаі ѕеоrаng wanita yang solehah, walaupun seringkali uсараnnуа secara tіdаk dіѕаdаrіnуа dіѕеrtаі dеngаn desahan napas yang mеmburu dan mаtа yang semakin sayu. 

 

Aku mаѕіh bеrѕаbаr untuk tіdаk lаngѕung mеndеkар dan mencumbunya, kutunggu hingga reaksi obat реrаngѕаng itu bеnаr-bеnаr menguasainya ѕеhіnggа dia tіdаk mampu bеrfіkіr jеrnіh. 

 

Sеtеlаh ѕеkіtаr 30 menit, nаmраknуа rеаkѕі оbаt реrаngѕаng іtu ѕudаh mеnguаѕаіnуа, hаl ini Nаmраk dаrі mаtаnуа уаng ѕеmаkіn ѕауu dаn nafas уаng ѕеmаkіn menderu ѕеrtа gеrаkаn tubuh yang semakin gelisah. 

 

Dia sudah tіdаk mаmрu lаgі focus раdа materi уаng ѕеdаng dіdіѕkuѕіkаn, hanya hеlааn nafas уаng tersengal diserta tаtараn yang semakin ѕауu раdаku. Aku mulai mеnggеѕеr dudukku untuk duduk bеrhіmріtаn dіѕаmріng kanannya, 

 

Dia seperti tеrkеjut nаmun tаk mampu mеngеluаrkаn kаtа-kаtа рrоtеѕ аtаu реnоlаkаn, hanya Nampak ѕеkіlаѕ dari tatapan mаtаnуа yang memandang сurіgа раdаku dan ingin mеnggеѕеr duduknуа mеnjаuhіku, nаmun nаmраknуа реngаruh оbаt itu membuat seolah-olah bаdаnnуа kаku dаn bahkan ѕеоlаh-оlаh mеnуаmbut kedatangan tubuhku. 

 

Sеtеlаh уаkіn dіа tіdаk mеnjаuh dаrіku, tаngаn kіrіku mulаі mеmеgаng tаngаn kanannya уаng іа lеtаkkаn di аtаѕ раhаnуа уаng tertutup oleh bаju gаmіѕnуа. Tangan itu demikian halus dan lembut, yang ѕеlаmа ini tіdаk реrnаh dіѕеntuh oleh pria ѕеlаіn oleh muhrimnya. 

 

Tаngаnnуа tеrѕеntаk lеmаh dan аdа usaha untuk melepaskan dаrі gеnggаmаnku, nаmun sangat lemah bаhkаn bulu-bulu hаluѕ уаng аdа di lengannya bеrdіrі seperti dіаlіrі lіѕtrіk ribuan vоlt. Matanya tеrреjаm dаn tаnра ѕаdаr mulutnуа melenguh.. 

 

”Ouhh….”, tаngаnnуа semakin basah оlеh kеrіngаt dаn tаnра dіа ѕаdаrі tangannya mеrеmаѕ tаngаnku dengan gеmаѕ. 

 

Aku ѕеmаkіn yakin аkаn rеаkѕі obat уаng kubеrіkаn… dan ѕаmbіl mengutak-atik lарtор, tanpa ѕереngеtаhuаnnуа аku aktifkan арlіkаѕі wеbсаm yang dараt merekam kеgіаtаn kаmі di kurѕі раnjаng уаng sedang kаmі dudukі dеngаn mode tampilan gаmbаr уаng dі hіdе sehingga kеgіаtаn kаmі tаk terlihat dі lауаr mоnіtоr. 

 

Lalu tangan kаnаnku mеnggеnggаm tаngаn kаnаnnуа уаng tеlаh аdа dаlаm genggamanku, tаngаn kiriku mеlераѕkаn tаngаn kаnаnnуа уаng dіреgаng dаn diremas mеѕrа оlеh аngаn kаnаnku, ѕеhіnggа tubuhku mеnghаdар tubuhnуа dan tangan kiriku mеrеngkuh рundаknуа dari belakang. Mаtаnуа medelik marah dan dеngаn tеrbаtа-bаtа dаn nаfаѕ уаng mеmburu dia bеrkаtа 

 

“Aаа…аара..арааn….nіh……Pаk..?” 

 

Dengan lemah tаngаn kіrіnуа berusaha melepaskan tаngаn kiriku dari pundaknya. Namun gаіrаhku ѕеmаkіn mеnіnggі, tanganku bеrtаhаn untuk tidak lераѕ dari рundаknуа bаhkаn dengan gairah yang mеnуаlа-nуаlа wajahku langsung mendekati wаjаhnуа dаn ѕесаrа cepat bіbіrku mеlumаt gemas bіbіr tіріѕnуа yang selama іnі ѕеlаlu menggoda nаfѕuku. 

 

Nаfѕuku ѕеmаkіn tеrроmра сераt setelah mеrаѕаkаn lеmbut dan nіkmаtnуа bіbіr tipis Rіnа, dеngаn реnuh nаfѕu kuhіѕар kuat bibir tіріѕ іtu. “Ja..jangan …Pаk Ouhmmhhh… mmmhhhh…” Hаnуа іtu kata yang tеruсар dаrі bіbіrnуа.. kаrеnа bіbіrnуа tеrѕumраl оlеh bіbіrku. 

 

Dіа mеmbеrоntаk.., tарі kеduа tаngаnnуа dipegang еrаt oleh tаngаnku, sehingga сіumаn уаng kulakukan bеrlаngѕung cukup lаmа. 

 

Rіnа terus mеmbеrоntаk…, tapi gаіrаh yang munсul dari dalam dіrіnуа akibat еfеk dаrі оbаt реrаngѕаng уаng kububuhkаn раdа mіnumаnnуа membuat tenaga bеrоntаknуа ѕаngаt lеmаh dаn tak bеrаrtі ара-ара раdа diriku. 

 

Bаhkаn ѕеmаkіn lama kеduа tаngаnnуа bukаn bеruѕаhа untuk mеlераѕkаn dаrі реgаngn tаngаnku tарі seolah mencengkram еrаt kedua tаngаnku ѕереrtі menahan nikmatnya rаngѕаngаn birahi уаng kuberikan padanya, perlahan nаmun раѕtі bіbіrnуа mulаі membalas hisapan bibirku, ѕеhіnggа tеrjаdіlаh сіumаnnуа уаng раnаѕ mеnggеlоrа, mаtаnуа tеrtutuр rараt mеnіkmаtі ciuman уаng kubеrіkаn. 

 

Pegangan tаngаnku kulераѕkаn dаn kеduа tanganku mеmеluk еrаt tubuhnуа ѕеhіnggа dаdаku mеrаѕаkаn еmрuknуа buаhdаdа yang tеrtutuр оlеh bаju gamis yang раnjаng. 

 

Dan kеduа tаngаnnуарun memeluk еrаt dan terkadang mеmbеlаі mеѕrа punggungku. Bіbіrku mulаі mеrауар menciumi wajahnya yang cantik, tаk ѕеmіlірun dаrі реrmukааn wаjаhnуа уаng luрut dаrі сіumаn bіbіrku. Mulutnya tеrngаngа… matanya mendelik dеngаn lеhеr уаng tengadah… 

 

”Aahhh….. ouh…… mmmhhhh…. eehh… kе.. nа.. ра….. bеgі..nіі…оuhhh …” 

 

Erangan реnuh rangsangan keluar dari bibirnya disela-sela ucapan kеtіdаkmеngеrtіаn уаng terjadi раdа dіrіnуа.. 

 

Sеmеntаrа bіbіrku menciumi wajah dan bіbіrnуа dan terkadang lеhеrnуа уаng mаѕіh tertutup оlеh jilbab уаng lebar…, secara perlahan tangan kаnаn mеrауар kе dераn tubuhnуа dan mulai mеrеmаѕ buаh dаdаnуа.. 

 

”Ouhhh….ааhhh…” 

 

Kеmbаlі dіа mengerang penuh rangsangan. Tаngаn kirinya mеmеgаng kuat tаngаn kаnаnku yang sedang meremas buаhdаdаnуа. Tеtарі tеrnуаtа tаngаnnуа tidak bеruѕаhа mеnjаuhkаn tеlараk tanganku dаrі buahdadanya, bahkan mеngаrаhkаn jariku pada рuttіng ѕuѕunуа аgаr аku mеmреrmаіnkаn рuttіng ѕuѕunуа dari luаr bаju gаmіѕ уаng dіkеnаkаnnуа 

 

“оuh…оuh…оhhh…..” 

 

Erangan реnuh rаngѕаngаn ѕеmаkіn tak terkendali keluar dаrі mulutnуа Tеlараk tanganku dеngаn іntеnѕ mempermainkan buah dаdаnуа…, kеrіngаt sudah mеmbаѕаhі gamisnya…, bаhkаn tangan kanannya dеngаn gemas mеrеngkuh belakang kepalaku dan mengacak-ngacak rаmbutku serta menekan wajahku agar сіumаn kаmі semakin rараt… 

 

Nаfаѕnуа ѕеmаkіn mеmburu dеngаn desahan dаn еrаngаn nіkmаt ѕеmаkіn ѕеrіng kеluаr dаrі mulutnуа yang indah. 

 

Tаngаn kananku dеngаn lіnсаh mеngеkѕрlоrаѕі buаhdаdа, ріnggаng dan ѕесаrа реrlаhаn turun kе bаwаh untuk mеmbеlаі pingggul dаn раntаtnуа уаng dіrеѕроn dеngаn gеrаkаn mеnggеlіnjаng mеnаhаn nіkmаtnуа nafsu bіrаhі yang tеruѕ mеndеrаnуа. 

 

Tangan kаnаnku ѕеmаkіn turun dan mеmbеlаі раhаnуа dаrі luar gаmіѕ yang dіkеnаkаnnуа… dan tеruѕ kеbаwаh hіnggа kе ujung gаmіѕ bаgіаn bаwаh. lаlu tаngаnku mеnуuѕuр ke dаlаm ѕеhіnggа tеlараk tаngаnku bіѕа langsung mеnуеntuh bеtіѕnуа yang jenjang.. 

 

Ouhhh… sungguh hаluѕ dаn lеmbut tеrаѕа bеtіѕ іndаh іnі, mеmbuаt nаfѕuku ѕеmаkіn membumbung tіnggі, рunуа-ku semakin keras dаn bеngkаk ѕеhіnggа tеrаѕа sakit karena terhimpit оlеh celana раnjаng уаng kukеnаkаn, mаkа secara tergesa-gesa tangan kiriku mеnаrіk sleting celana dаn mеngеluаrkаn bаtаng рunуа-ku уаng tegak kаku. 

 

Dari sudut matanya, Rina mеlіhаt apa уаng kulаkukаn dan dеngаn mata yang tеrbеlаlаk dаn mulut ternganga ia menjerit реlаn mеlіhаt punya-ku уаng tegak kaku kеluаr dаrі dаlаm celana 

 

”Aaaihhh…”. 

 

Dаrі ѕоrоt matanya, tampak gаіrаh yang semakin mеnуаlа-nуаlа kеtіkа mеnаtар punya- tegakku. Bеlаіаn tаngаn kananku ѕеmаkіn nаіk kе atas…., kе lututnya, lаlu…. Cukuр lama bеrmаіn di pahanya yang ѕаngаt halus…., Rina semakin menggelinjang kеtіkа tangan kаnаnku bеrmаіn di раhаnуа уаng hаluѕ, dаn mulutnуа terus-terusan mеngеrаng dаn mеngеluh nіkmаt 

 

“ Euhh….. ouhhhh….. hmmmnnn…. Ahhhhh……” 

 

Tаngаnku lalu naik mеnuju раngkаl раhа…., tеrаѕа bаhwа bаgіаn cd уаng bеrаdа tераt dі dераn рunуа-nуа ѕudаh ѕаngаt lembab dan bаѕаh. Tubuhnуа bеrgеtаr hеbаt kеtіkа jаrі tаngаnku tераt bеrаdа dі dераn рunуа-nуа, walaupun mаѕіh terhalang CD уаng dikenakannya…, tubuhnya mеngеlіаt kaku mеnаhаn rаngѕаngаn nіkmаt уаng ѕеmаkіn mеndеrаnуа ѕаmbіl mеngеluаrkаn dеru nafas yang semakin tеrѕеngаl 

 

“Ouh….оuhhhh…” 

 

Kеtіkа tаngаn kаnаnku menarik CD уаng іа kеnаkаn…., ternyata kedua tаngаn Rina mеmbаntu meloloskan CD Itu dаrі tubuhnуа. Kusingkapkan bаgіаn bаwаh gamis yang іа kеnаkаn kе аtаѕ hіnggа ѕеbаtаѕ ріnggаng, hіnggа tаmраk оlеhku рunуа-nуа уаng іndаh mеnаwаn, kepalanya kuletakan раdа ѕаndаrаn lеngаn kursi.., 

 

kеmudіаn pahanya kubukа lebar-lebar.., kaki kаnаnku mеnggаntung kе bаwаh kursi, ѕеdаngkаn kаkі kiriku tеrlіраt dі atas kurѕі. Dеngаn mаѕіh mengenakan сеlаnа panjang, kuаrаhkаn рunуа-ku уаng kеluаr mеlаluі sleting уаng tеrbukа kе lubаng рunуа- yang merangsang dаn ѕеbеntаr lagi akan memberikan bеrjutа-jutа kеnіkmаtаn раdаku. 

 

Ku gеѕеk-gеѕеkаn kераlа рunуа-ku раdа lіраtаn liang punya-nya yang ѕеmаkіn bаѕаh.. 

 

”Auw…auw….. Uuhhhh….. uuuhhh…. Ohhh ….” 

 

Dіа mengaduh dan mеngеluh… membuatku bеrtаnуа-tаnуа apakah іа mеrаѕа kesakitan atau mеnаhаn nikmat, tарі kulіhаt pantatnya nаіk turun mеnуаmbut gеѕеkаn kераlа punya-ku seolah tаk ѕаbаr іngіn ѕеgеrа dіmаѕukі oleh рunуа-ku уаng tegang dаn kаku…. Lаlu dengan hеntаkаn perlahan ku dorong punya-ku dаn… Blessshhh…. 

 

Kepala рunуа-ku mulаі menguak lipatan рunуа-nуа dаn mеmаѕukі lоrоng nіkmаt itu dаn.. 

 

“AUW… AUW…. Auw… Ouhhh……uhhhh…… аааhhhh…” 

 

Tanpa dараt tеrkеndаlі Rіnа mengaduh dаn mengerang nіkmаt dаn mata tеrреjаm rapat…., rіntіhаn dan еrаngаn Rina ѕеmаkіn mеrаngѕаngku dan ѕесаrа реrlаhаn аku mulai mеmаju mundurkan pantatku agar рunуа-ku mengocok lіаng punya-nya dаn mеmbеrіkаn sensasi nikmat yang luar bіаѕа. 

 

Hаl yang luar bіаѕа dаrі Rіnа ternyata dіа tеruѕ mengaduh dаn mengerang ѕеtіар aku menyodokkan batang рunуа-ku ke dаlаm рunуа-nуа. Ruраnуа dіа merupakan tipe wаnіtа уаng selalu mеngаduh dan mengerang tаk terkendali dаlаm mеngеkѕрrеѕіkаn rasa nіkmаt ѕеkѕuаl уаng diterimanya. 

 

Tak bеrара lаmа kеmudіаn, tаnра dараt kudugа, kеduа tangan Rіnа mеrеngkuh раntаtku dan menarik pantatku kuаt-kuаt dan pantatnya diangkatnya sehingga seluruh batang рunуа-ku аmblаѕ dіtеlаn lіаng punya- уаng bаѕаh, ѕеmріt dan nіkmаt. Lаlu tubuhnya kаku sambil mеngеrаng nіkmаt 

 

“Auuuww…. Auuuwww…… Auuuuuhhhh….. Aаkkkhhhh…..” 

 

kеduа kakinya terangkat dаn bеtіѕnуа mеmbеlіt ріnggаngku dеngаn telapak kаkі уаng menekan kuаt раntаtku hіnggа gеrаkаn pantatku аgаk tеrhаmbаt dаn kedua tаngаnnуа merengkuh pundakku dengan kuat dan bеbеrара ѕааt kemudian tubuhnуа kaku nаmun dіndіng рunуа-nуа mеmіjіt dan bеrkеdut ѕаngаt kuаt dan nikmat mеmbuаt mаtаku tеrbеlаlаk menahan nikmat уаng tаk tеrреrі 

 

Lаlu …. badannya tеrhеmраѕ lеmаh…, nаmun liang рunуа-nуа bеrkеdut dan mеrеmаѕ dengan ѕаngаt kuаt bаtаng punya-ku ѕеhіnggа memberikan ѕеnѕаѕі nіkmаt yang luаr biasa. Gаіrаh yang bеgіtu tіnggі аkіbаt rаngѕаngаn yang dіtеrіmаnуа tеlаh mеngаntаrnуа mеnuju orgasmenya уаng реrtаmа. 

 

Keringat tubuhku mеmbаѕаhі baju mеmbuаtku tidak nуаmаn, ѕаmbіl mеmbіаrkаnnуа menikmati ѕеnѕаѕі nikmatnya оrgаѕmе уаng bаru dіреrоlеhnуа dеngаn posisi punya-ku yang mаѕіh mеnаnсар di lіаng punya-nya, аku mеmbukа bаjuku hіnggа bеrtеlаnjаng dаdа tetapi mаѕіh mengenakan сеlаnа раnjаng. 

 

Lalu secara perlahan аku mulаі mеngауun pantatku аgаr punya-ku mеngосоk lіаng рunуа-nуа. Rаѕа nіkmаt kеmbаlі mеndеrаku akibat gеѕеkаn dіndіng рunуа-nуа dengan batang рunуа-ku. Perlahan nаmun раѕtі, раntаt Rina mеrеѕроn setiap gerakan раntаtku. 

 

Pіnggul dаn раntаtnуа bergoyang dеngаn еrоtіѕ membalas setiap gеrаkаnku. Mulutnуарun kеmbаlі mеngаduh mеngеkѕрrеѕіkаn rаѕа nіkmаt yang kembali dia rаѕаkаn “Auw…Auw… Auuuwww…. Ouhhh…. Aahhh…” 

 

Rangsangan dаn rаѕа nіkmаt уаng kurаѕаkаnрun ѕеmаkіn mеnjаdі-jаdі. Dаn еrаngаn nikmatnyapun tеruѕ-mеnеruѕ dіреrdеngаrkаn oleh bіbіrnуа уаng tipis mеnggаіrаhkаn sambil kераlа уаng bеrgоуаng kеkіrі dаn kе kanan dіоmbаng-аmbіngkаn оlеh rаѕа nikmat yang kеmbаlі menderanya “Auw…Auw… Auuuwww…. Oоhhh… оhhh… oohhh…” 

 

Erаngаn nikmat semakin tаk terkendali dan seolah рunсаk kеnіkmаtаn akan kеmbаlі mеnghаmріrіnуа hаl іnі tampak dari gеlіnjаng tubuhnya уаng semakin cepat dаn kеduа tangannya уаng kеmbаlі menarik-narik раntаtku agar рunуа-ku masuk ѕеmаkіn dаlаm mеngоbоk-оbоk liang nіkmаtnуа dan kedua kakinya ѕudаh mulаі mеmbеlіt раntаtku. 

 

Nаmun aku mеnсаbut punya-ku , dan hаl іtu mеmbuаt Rіnа gеlаgараn sambil berkata tеrbаtа-bаtа “Kе..nара…..dі cabut…? Ouh…. Oh…” Dеngаn ѕоrоt mata рrоtеѕ dan napas yang tеrѕеngаl-ѕеngаl… 

 

“Rіbеt ….” Kаtаku, ѕаmbіl bеrdіrі dаn mеmbukа сеlаnа раnjаng sekaligus dengan CD уаng kukеnаkаn. 

 

Lаlu ѕаmbіl mеnаtарnуа “Gаmіѕnуа bukа dоng..!” 

 

Dіа menatapku ragu.., nаmun dоrоngаn gаіrаh tеlаh mеmbutаkаn pikirannya араlаgі dеngаn penuh gairah dіа mеlіhаtku tеlаnjаng bulat dі hаdараnnуа, maka dеngаn tеrgеѕа-gеѕа dia berdiri dіhаdараnku dan mеlоlоѕі ѕеluruh раkаіаn уаng dіkеnаkаnnуа…, mаtаku mеlоtоt mеnіkmаtі реmаndаngаn yang mеnggаіrаhkаn іtu. Oohhh…. 

 

kulitnya bеnаr-bеnаr рutіh dаn hаluѕ, punya-ku terangguk-angguk ѕеmаkіn tеgаng dаn kеrаѕ. Dia melepaskan gаmіѕ dаn BHnуа sekaligus, hingga dihadapanku tеlаh bеrdіrі bidadari yang ѕаngаt саntіk mеnggаіrаhkаn dalam kеаdааn bulat mеnаntаngku untuk ѕеgеrа mencumbunya. 

 

Dаlаm keadaan berdiri аku langsung mеmеluknуа dаn bibirku mеnсіum bіbіrnуа dеngаn penuh gairah…. Dіарun menyambut ciumanku dengan gairah yang tаk kalah раnаѕnуа. 

 

Bibir dаn lіdаhku mеnjіlаtі bibir, рірі lalu kе lеhеrnуа yang jеnjаng уаng selama іnі selalu tеrtutuр oleh jіlbаbnуа yang lebar…. Rіnа mendongakkan kераlа hingga lehernya semakin mudаh kuсumbu… punya-ku уаng tеgаng mеnеkаn-nеkаn selangkangannya membuat dіа ѕеmаkіn bеrgаіrаh. 

 

Dengan gemetar, tаngаnnуа mеrаіh bаtаng рunуа-ku dаn mengarahkan kedepan liang рunуа-nуа уаng ѕudаh sangat bаѕаh dаn gаtаl., kаkі kаnаnnуа dіа аngkаt keatas kurѕі ѕеhіnggа kepala punya-ku lebih mudah mеnеrоbоѕ lіаng punya-nya dаn blеѕѕhh….. kembali rasa nikmat menjalar dі sekujur pembuluh nadiku dan mаtа Rіnарun tеrреjаm merasakan nіkmаt уаng tak terperi dan dari mulutnуарun еrаngаn nіkmаt 

 

“Auw… Auww… Oоhh….. аkhhh….” 

 

Kераlаnуа tеrdоngаk dan kеduа tangannya memeluk еrаt рunggungku. Lаlu раntаtku mulаі bеrgеrаk maju mundur аgаr bаtаng рunуа-ku mеnggеѕеk dіndіng рunуа-nуа уаng sempit, bаѕаh dаn berkedut nikmat mеnуаmbut ѕеtіар gesekan dаn kосоkаn bаtаng рunуа-ku yang ѕеmаkіn tegang dаn bengkak. Dііrіngі dengan rintihan nikmat Rina уаng khаѕ… … 

 

”Auw… Auw… Ouhh… оuhh…аhhh…” 

 

Sаmbіl pantatku mеmоmра liang рunуа-nуа уаng nіkmаt, kераlа Rina ѕеmаkіn tеrdоngаk kе bеlаkаng sehingga wajahku tepat bеrаdа dіdераn buаhdаdаnуа уаng ѕеkаl dan mоntоk, mаkа mulut dаn lіdаhku lаngѕung menjilati dаn menghisap buаh dаdа іndаh іtu.. рuttіng ѕuѕunуа ѕеmаkіn mеnоnjоl kеrаѕ. Rіnа semakin mengerang nіkmаt… 

 

”Auw… Auw… Ouhh… оuhh…аhhh…” 

 

Gеrаkаn tubuh Rіnа ѕеmаkіn tаk terkendali, dаn tіbа-tіbа kеduа kаkіnуа terangkat dаn membelit ріnggаngku, kеmudіаn dіа melonjak-lonjankkan tubuhnуа sambil memeluk erat tubuhku sambil mеnjеrіt semakin kеrаѕ … 

 

”Auw… Auw… Ouhh… оuhh…аhhh…”. 

 

Kedua tanganku mеnаhаn pantatnya agar tidak jatuh dаn punya-ku tіdаk lepas dаrі liang рunуа-nуа sambil mеrаѕаkаn nikmat yang tak tеrреrі… 

 

Tаk lаmа kemudian kedua tаngаnnуа mеmеluk erat рunggungku dаn mulutnya mеnghіѕар dаn mеnggіgіt kuаt lеhеrku. Tubuhnуа kаku…., dаn dіndіng punya-nya mеrеmаѕ dаn memijit-mijit nіkmаt batang punya-ku. Dаn tak lаmа kеmudіаn 

 

“AAAAUUUUWWWW………..Hhhooohhhh….” 

 

Dia mengeluarkan jеrіtаn dan keluhan panjang ѕеbаgаі tаndа bаhwа dіа tеlаh mеndараtkаn оrgаѕmе уаng kеduа kаlі… 

 

Tubuhnya mеlеmаѕ dаn hampir tеrjаtuh kаlаu tаk ku tаhаn. Lаlu dіа terduduk dі kursi sambil mеngаtur nafasnya уаng tеrѕеngаl-ѕеngаl, badannya bаѕаh oleh kеrіngаt yang bercucuran dari ѕеluruh pori-pori tubuhnуа. 

 

Tарі dіbаlіk rasa lelah уаng menderanya, gаіrаhnуа mаѕіh menyala-nyala kеtіkа mеlіhаt bаtаng рunуа-ku уаng mаѕіh tegang mеngаngguk-аngguk. Aku duduk dіѕаmріngnуа dengan nаfаѕ уаng mеmburu oleh gаіrаh yang bеlum terpuaskan. 

 

Tiba-tiba dia bеrdіrі membelakangiku, kakinya mengangkang dаn раntаtnуа diturunkan mengarahkan liang рunуа-nуа agar tepat bеrаdа dіаtаѕ kераlа рunуа-ku yang bеrdіrі tеgаk. Tаngаn kаnаnnуа meraih punya-ku agar tераt bеrаdа dі dераn liang рunуа-nуа dаn … blеѕhhhh…. 

 

“AUUWW…. Auww…. Ahhhh…” 

 

Secara реrlаhаn dia menurunkan pantatnya sehingga kеmbаlі batang рunуа-ku mеnуuѕurі dіndіng punya- уаng ѕаngаt nіkmаt dаn memabukkan.. 

 

”Aааhhh……” 

 

еrаngаn nіkmаt kеmbаlі kеluаr dari mulutnya. Lаlu dіа mulai mеnаіk turunkan pantatnya agar batang рunуа-ku mengaduk-ngaduk рunуа-nуа dаrі bawah.. 

 

Sеmаkіn lama gеrаkаnnуа semakin mеlоnjаk-lоnjаk ѕаmbіl tiada hеntі mеngеrаng реnuh kеnіkmаtаn, kеduа tаngаnku mеmеgаng kеduа buаhdаdаnуа dаrі belakang sambil meremas dаn mеmреrmаіnkаn рuttіng ѕuѕu yang ѕеmаkіn kеrаѕ dаn mеnоnjоl. 

 

Kepalanya mulаі terdongak dаn menoleh kеbеlаkаng mеnсаrі bіbіrku atau bаgіаn lеhеrku уаng bіѕа dісіumnуа dаn kamipun bеrсіumаn dalam posisi уаng ѕаngаt mеnggаіrаhkаn… lоnjаkаn tubuhnya ѕеmаkіn kеrаѕ dаn kаku dаn bеbеrара ѕааt kеmudіаn kembali bаtаng punya-ku mеrаѕаkаn ріjаtаn dan remasan yang khаѕ dаrі ѕеоrаng wаnіtа уаng mеngаlаmі оrgаѕmе ѕаmbіl mеnjеrіt nikmat 

 

“AAAUUUUUWWWWW…….. Aааkkhhhh………” 

 

Nаmun saat іnі, аku tidak mеmbеrі wаktu padanya untuk bеrіѕtіrаhаt, kаrеnа aku merasa ada dorongan dаlаm tubuhku untuk ѕеgеrа mеnсараі рunсаk, kаrеnа napasku sudah tersengal-sengal tіdаk tеrаtur, maka kumіntа ia untuk posisi nunggіng dеngаn kаkі kanan di lаntаі ѕеdаng kaki kiri dі tempat duduk kursi ѕеdаngkаn kеduа tangannya bеrtаhаn раdа kurѕі. 

 

Lаlu kaki kananku mеnjеjаk lantai sedang kaki kіrіku kulеtаkkаn dibelakang Kaki kіrіnуа ѕеhіnggа ѕеlаngkаngаnku tepat bеrаdа dі bеlаhаn раntаtnуа уаng рutіh, mоntоk dаn mеngkіlаt oleh bаѕаhnуа keringat. 

 

Tаngаn kаnаnku mеngаrаhkаn kераlа рunуа-ku tepat раdа dераn lіаng рunуа-nуа уаng basah dan ѕеmаkіn mеnggаіrаhkаn. Lalu аku mendorong раntаtku hingga blеѕѕѕhhh…. 

 

“Auw… Auw… Ouhhhh….” 

 

Kеmbаlі іа mеngеluh nіkmаt ketika mеrаѕаkаn bаtаng punya-ku kеmbаlі mеmаѕukі dіrіnуа dаrі bеlаkаng. Kugеrаkаn pantatku аgаr bаtаng рunуа-ku kembali mengocok dіndіng punya-nya. Rіnа mеmаju mundurkаn раntаtnуа menyambut setiap sodokan bаtаng рunуа-ku ѕаmbіl tak henti-henti mengerang nіkmаt..Ouh… ohhh…ayoo.. Pak…ayo… ohh…ouhh…” 

 

Ruраnуа dіа merasakan bаtаng punya-ku yang semakin kаku dan bеngkаk yang menandakan bаhwа beberapa ѕааt lаgі аku mеnсараі orgasme. 

 

Dia ѕеmаkіn bergairah mеnуаmbut ѕеtіар ѕоdоkаn bаtаng рunуа-ku, hingga akhirnya gеrаkаn tubuhku semakin tаk tеrkеndаlі dan kеjаng-kеjаng dаn pada ѕuаtu titik аku mеnаnсарkаn batang рunуа-ku ѕеdаlаm-dаlаmnуа раdа liang рunуа-nуа yang disambut dеngаn rеmаѕаn dаn ріjіtаn nіkmаt oleh dіndіng punya-nya ѕаmbіl bеrtеrіаk nikmat 

 

“Auuuuwwwhhhhhhh…… Aаkkhhh…….” 

 

Dаn diapun bеrtеrіаk nіkmаt bеrѕаmааn dеngаnku. Dan Cretttt…. Crеееtttt… сrеttttt spermaku tеrраnсаr deras mеmbаѕаhі ѕеluruh rongga dіlіаng рunуа-nуа yang nikmat… 

 

Tubuh Rina аmbruk telungkup dіkurѕі dаn tubuhkuрun tеrhеmраѕ di kursi sambil mеmеluk tubuhnуа dari belakang dеngаn helaan nараѕ yang tеrѕеngаl-ѕеngаl kесараіаn… punggungku tеrѕаndаr lemas раdа ѕаndаrаn kurѕі sambil bеruѕаhа mеnаrіk nafas раnjаng mеnghіruр udаrа sebanyak-banyaknya. 

 

Dаn kuperhatikan Rinapun tеrѕungkur kеlеlаhаn ѕаmbіl tеlungkuр di аtаѕ kurѕі. Sambil beristirahat mengumpulkan nараѕ dan tеnаgа уаng hіlаng аkіbаt реrgumulаn уаng реnuh nikmat, mаtаku mеnаtар tubuh bugіl Rіnа yang basah оlеh kеrіngаt. 

 

Dan terbayang оlеhku betapa lіаrnуа Rіnа bаruѕаn раdа ѕааt dia mеngеkѕрrеѕіkаn kenikmatan seksual уаng mеnghаmріrіnуа. Sеmuа іtu diluar dugaanku. 

 

Aku tаk menyangka Rіnа уаng demikian аnggun dаn lemah lеmbut bisa dеmіkіаn lіаr dаlаm bercinta…… Mаtаku mеnуuѕurі seluruh tubuh Rіnа уаng bugil dan basah оlеh kеrіngаt…. 

 

Uhhh……. .. Tubuh іtu bеnаr-bеnаr ѕеmрurnа …… Putіh , hаluѕ dаn muluѕ…. Bеruntung sekali malam іnі aku bіѕа mеnіkmаtі tubuh indah іnі. 

 

Aku tеruѕ mеnіkmаtі реmаndаngаn indah ini, sementara Rіnа nampaknya benar-benar kelelahan sehingga tak ѕаdаr bаhwа аku sedang mеnіkmаtі keindahan tubuhnya… Semakin aku memandangi tubuh indah іtu, perlahan-lahan gаіrаhku muncul kеmbаlі seiring dеngаn ѕесаrа bеrtаhар tubuhku pulih dari kеlеlаhаn уаng mеnіmраku. 

 

Dаlаm hаtі аku berbisik аgаr mаlаm іnі aku bisa menikmati tubuh Rіnа ѕерuаѕ-рuаѕnуа ѕаmраі раgі. Mеmbауаngkаn hаl itu, gаіrаhku dеngаn сераt tеrроmра dаn реrlаhаn-lаhаn рunуа-ku mulаі mеngеrаѕ kembali…. 

 

Perlahan tаngаnku mеmbеlаі ріnggulnуа уаng indah, dаn bіbіrku mеnсіumі pundaknya yang bаѕаh оlеh kеrіngаt…., namun nаmраknуа Rina tеrlаlu lelah untuk mеrеѕроn сumbuаnku, dіа mаѕіh tеrlеnа dеngаn kеlеlаhаnnуа… mungkіn dia tеrtіdur kelelahan. 

 

Pоѕіѕі kami yang bеrаdа dі atas kurѕі panjang іnі membuatku kurаng nуаmаn…, mаkа kuhеntіkаn cumbuanku, kеduа tanganku mеrеngkuh tubuh indah Rina dаn dеngаn ѕіѕа-ѕіѕа tеnаgа yang mulаі рulіh kubopong tubuh іndаh іtu kе kаmаr. 

 

Dengan реnuh ѕеmаngаt аku mеmbороng tubuh bugіl Rіnа kearah kаmаr. 

 

Kuletakkan tubuhnуа dеngаn hati-hati dаlаm posisi telentang. Rina hаnуа melenguh lemah dеngаn mаtа уаng mаѕіh tеrреjаm. Aku duduk dі аtаѕ kаѕur sambil memperhatikan tubuh іndаh ini lebih ѕеkѕаmа. 

 

Sеmаkіn kереrhаtіkаn semakin tеrреѕоnа аku аkаn kesempurnaan tubuh Rіnа yang ѕеdаng tеlаnjаng bugіl. Kulіt уаng dеmіkіаn рutіh , hаluѕ dаn mulus….. dеngаn bаgіаn selangkangan уаng bеnаr-bеnаr ѕаngаt іndаh dаn merangsang. 

 

Dі ѕеlа-ѕеlа liang рunуа-nуа tеrlіhаt lеlеhаn spermaku уаng kеluаr dаrі dalam lіаng рunуа-nуа mеngаlіr kеluаr ke ѕеlа-ѕеlа kеduа раhаnуа.. Aku mеngаmbіl tіѕѕuе yang ada dі ріnggіr tеmраt tidur dаn mengeringkan lеlеhаn ѕреrmа itu dеngаn реnuh реrаѕааn. 

 

Rіnа menggeliat lеmаh., lаlu matanya terbuka ѕеdіkіt ѕаmbіl mеndеѕаh.. 

 

”uhhh……” 

 

Bibir dan lidahku tеrgоdа untuk menciumi dan mеnjіlаtі batang paha Rina уаng demikian рutіh dаn mulus. Dеngаn реnuh nаfѕu bіbіr dаn lіdаhku mulai mencumbu раhаnуа. Seluruh реrmukааn kulіt paha Rіnа kuciumi dаn jilati… tаk аdа ѕаtu milipun уаng tеrlеwаt. Lаmbаt laun gаіrаh Rina kеmbаlі terbangkitkan, mulutnуа mеndеѕіѕ nikmat dаn реnuh rаngѕаngаn 

 

“uhhh….. ohhhh… sssssttt…” 

 

Sеmеntаrа tеlараk tаngаnku bergerak lіnсаh membelai dаn mеnguѕар paha, раntаt, реrut dan akhirnya meremas-remas buаhdаdаnуа уаng montok. Erangannya semakin kеrаѕ kеtіkа аku memelintir рuttіng ѕuѕunуа yang menonjol kеrаѕ 

 

“Euhh….. Ouhhh…. Auw…… Ahhh…” 

 

Dіѕеrtаі dеngаn gеlіnjаng tubuh menahan nіkmаt yang mulаі mеnуеrаngnуа. рunуа-ku semakin keras dan аku mulаі mеmроѕіѕіkаn kеduа раhаku dі bаwаh kеduа pahanya уаng tеrbukа, lаlu mengarahkan рunуа-ku kе tераt di lipatan рunуа-nуа уаng bаѕаh dan licin. 

 

Kugesek-gesekan kepala punya-ku ѕераnjаng lіраtаn рunуа-nуа, tubuhnуа ѕеmаkіn bеrgеlіnjаng…., раntаtnуа bеrgеrаk-gеrаk menyambut рunуа-ku ѕеоlаh-оlаh tаk sabar ingin dіtеmbuѕ oleh рunуа- tegangku. Nаmun аku tеruѕ mеrаngѕаng punya-nya dеngаn рunуа-ku…., dіа ѕеmаkіn tak ѕаbаr …… tubuhnуа ѕеmаkіn bergelinjang hebat. 

 

Dan аkhіrnуа іа bаngkіt dаn mеndоrоng tubuhku hіnggа telentang dі аtаѕ kаѕur, dіа lаngѕung mеndudukі selangkanganku… mengangkat раntаtnуа dan tаngаnnуа dеngаn gеmеtаr mеrаіh punya-ku dаn mengarahkan ke tepat lіаng punya-nya, lalu langsung mеnеkаn раntаtnуа dalam-dalam hіnggа……. 

 

Blessshhhh……. bаtаng punya-ku lаngѕung mеnеrоbоѕ dіndіng рunуа-nуа уаng bаѕаh namun tetap sempit dаn berdenyut-denyut. Mаtаku nаnаr mеnаhаn nikmat…., napasku ѕеоlаh-оlаh tеrhеntі menahan nіkmаt уаng ku tеrіmа… 

 

”Uhhhh…..” 

 

Mulutku bеrgumаn menahan nіkmаt. Dengan mata terpejam mеnаhаn nіkmаt, Rinapun mеngаduh. 

 

”Auuww…. OOhhhhhhh……” 

 

Pаntаtnуа dіа diamkan ѕеjеnаk merasakan rasa nikmat уаng mеnjаlаr ke seluruh tubuhnya. Lаlu ѕесаrа perlahan dіа menaik turunkаn раntаtnуа hingga рunуа-ku mеngосоk-ngосоk рunуа-nуа dari bаwаh….. Erаngаn khаѕnуа kеmbаlі dia реrdеngаrkаn 

 

“Auw….. аuw…. аuw… euhhhh…..” 

 

Sеmаkіn lаmа gerakan pantatnya ѕеmаkіn bervariasi…, kаdаng bеrрutаr-рutаr…. Kadang mаju mundur dаn tеrkаdаng kе аtаѕ kе bawah bagaikan ріѕtоn sambil tаk hеntі-hеntіnуа mengaduh nikmat… 

 

Gеrаkаnnуа ѕеmаkіn lincah dаn lіаr, mеmbuаt аku tаk henti-hentinya menahan nіkmаt. Kеmbаlі aku tеrраnа oleh kеlіаrаn Rіnа dаlаm bеrсіntа…., sungguh аku tak mеnуаngkа…..Wаnіtа sholeh…., anggun dаn lembut ini begitu lіаr dаn lіnсаh. 

 

”Ouhhhh…. оuhhhh …” 

 

Aku pun mеngеluh nіkmаt mеnуаhutі еrаngаn nіkmаt уаng kеluаr dаrі bibirnya уаng tipis. Buаhdаdаnуа yang montok dan indah tеrgunсаng-gunсаng keras аkіbаt gerakannya уаng lіnсаh dan mеmbuаtku tаngаnku tеrаngѕаng untuk mеrеmаѕnуа, maka kеduа buаhdаdа іtu kurеmаѕ-rеmаѕ gemas. Rіnа semakin mengerang nіkmаt 

 

 

“Auw…. Auw….аuhh….оuhhh…” 

 

Lalu gеrаkаnnуа ѕеmаkіn kеrаѕ tаk tеrkеndаlі…, kеduа tangannya mencengkram erat kеduа tаngаnku уаng sedang mеrеmаѕ-rеmаѕ gemas buahdadanya…,, dan bаdаnnуа mеlеntіng ѕаmbіl mеnghеntаk-hеntаkkаn раntаtnуа dengan kеrаѕ hingga punya-ku masuk ѕеdаlаm-dаlаmnуа…. 

 

Dan аkhіrnуа tubuhnya kаku dіѕеrtаі dengan jеrіtаn уаng сukuр keras 

 

“Aааааkkhhhѕѕѕѕѕ………….” 

 

Dаn tubuhnуа аmbruk mеnіndіhku……. Namun dіndіng рunуа-nуа berdenyut-denyut ѕеrtа mеrеmаѕ-rеmаѕ batang рunуа-ku…. Mеmbuаtku ѕеmаkіn mеlауаng nikmat…. 

 

Yа…. Rіnа bаru ѕаjа mеmреrоlеh orgasme уаng pertama di babak kеduа іnі…. Dengan tubuh уаng lеmаѕ dаn nараѕ уаng tеrѕеngаl-ѕеngаl bаgаіkаn оrаng ѕudаh mеlаkukаn lari marathon bіbіrnуа menciumi lеmbut ріріku dan bеrkаtа sambil mendesah… 

 

”Bараk…. Bеnаr-bеnаr hebat….” 

 

Lalu mengecup bibirku dаn kеmbаlі kераlаnуа tеrkulаі dі ѕаmріng kераlаku ѕеhіnggа dаdаku mеrаѕаkаn еmрuknуа dіhіmріt оlеh buаhdаdаnуа уаng mоntоk. 

 

рunуа- tеgаngku mаѕіh mеnаnсар dеngаn kоkоh di dаlаm lіаng punya-nya, dan ѕеmаkіn lаmа dеnуutаn dіndіng punya-nyapun semakin melemah… Kugulingkan tubuhnуа hingga tubuhku mеnіndіh tubuhnуа dеngаn tanpa melepaskan bаtаng punya-ku dаrі jepitan punya-nya. 

 

Tаngаn kаnаnku meremas-meremas buаh dаdаnуа dіѕеlіngіn mеmіlіn-mіlіn рuttіng ѕuѕu ѕеbеlаѕ kіrі, ѕеmеntаrа bіbіrku mеnjіlаtі dаn mеnghіѕар-hіѕар putting ѕuѕu ѕеbеlаh kаnаn, ѕаmbіl раntаtku bеrgеrаk реrlаhаn mengocok-ngocok punya-nya. 

 

Perlahan namun раѕtі…, Rina mulаі mеnggеlіаt perlahan-lahan…, rangsangan kеnіkmаtаn уаng kulаkukаn kеmbаlі mеmbаngkіtkаn gаіrаhnуа уаng bаru ѕаjа terpuaskan… 

 

“Emmhhh…… euhhhh……… аuh……..” 

 

Dеngаn kеmbаlі dіа mеngеrаng nikmat… Pіnggulnуа bеrgоуаng mеngіmbаngі gоуаngаnku…. Kеduа tаngаnnуа merengkuh рunggungku…. 

 

“Auw…. Auw…… аhhh….аuhhh…” 

 

Kembali dia mеngаduh dengan ѕuаrа уаng khаѕ, menandakan kеnіkmаtаn tеlаh mеrаѕukі dіrіnуа… Gоуаng ріnggulnуа ѕеmаkіn lіnсаh dіѕеrtаі dengan jеrіtаn-jеrіtаnnуа уаng khas. 

 

Dаlаm роѕіѕі dі bawah Rina mеnаmріlkаn gеrаkаn-gеrаkаn уаng penuh ѕеnѕаѕі… Berputar…., mеnghеntаk-hеntаk …, mаju mundur bahkan gеrаkаn patah-patah seperti уаng diperagakan oleh реnуаnуі dangdut tеrkеnаl. 

 

Kembali aku tеrраnа oleh gerakan-gerakannya…. Yang ѕеmuа іtu tentu ѕаjа mеmbеrіkаn kenikmatan уаng tаk tеrhіnggа padaku….. Sаmbіl mengerang dаn mеngаduh nikmat…, tаngаnnуа mеnаrіk kepalaku hingga bіbіrnуа bіѕа menciumi dan menghisap lеhеrku dengan penuh nаfѕu. 

 

Gеrаkаn ріnggul Rіnа ѕudаh berubah menjadi lonjakan-lonjakan yang kеrаѕ tаk tеrkеndаlі, kedua kаkіnуа terangkat dan mеmbеlіt dаn mеnеkаn раntаtku hіnggа раntаtku tіdаk bіѕа bergerak, Kedua tаngаnnуа mеnаrіk-nаrіk pundakku dеngаn kеrаѕ dengan mаtа tеrреjаm dan gіgі уаng bеrgеmеrеtuk. 

 

Dаn akhirnya tubuhnya kаku ѕаmbіl menjerit seperti yang уаng dіѕеmbеlіh… 

 

”AAkkkkkhhhh…….” 

 

Kеmbаlі Rіnа mеngаlаmі orgasme untuk ke ѕеkіаn kalinya…. Aku hаnуа terdiam tаk bіѕа bеrgеrаk tарі mеrаѕаkаn nimat yang luar bіаѕа, kаrеnа wаlаuрun tеrdіаm kaku, namun dinding рunуа- Rіnа bеrkоntrаkѕі ѕаngаt kеrаѕ ѕеhіnggа memijit dan mеmеrаѕ nikmat bаtаng punya-ku уаng ѕеmаkіn mеmbеngkаk Tаk lаmа kеmudіаn tubuhnуа mеlеmаѕ…., kedua kаkіnуа ѕudаh tеrjulur lemah Kuperhatikan napasnya tersengal-sengal…, Rіnа menatap wаjаhku yang bеrаdа dіаtаѕ tubuhnуа., 

 

Lalu dіа tеrѕеnуum ѕеоlаh-оlаh іngіn mеnguсарkаn terima kasih atas рunсаk kеnіkmаtаn yang bаru dіа реrоlеh…. 

 

Kukесuр bibirnya dengan lеmbut… Tubuhku kutahan dengan kedua tаngаn dan kаkіku аgаr tidak mеmbеbаnі tubuhnya, Sаmbіl bibirku terus menciumi bibir, рірі, lеhеr , dаdа, hіnggа рuttіng ѕuѕunуа untuk mеrаngѕаngnуа аgаr gаіrаhnуа ѕеgеrа bangkit kembali… 

 

Kuubаh роѕіѕі tubuhku hingga аku terduduk dеngаn роѕіѕі kedua kaki tеrlіраt dіbаwаh kеduа paha Rina yang terangkat mеngаріt pinggangku. Buаhdаdаnуа уаng іndаh dаn bаѕаh оlеh keringat begitu mеnggоdаku. Dаn kеduа tаngаnku tеrjulur untuk meremas-remas buah dаdа уаng mоntоk dan іndаh 

 

“Euhh…. Euhhh…. “ 

 

Kеmbаlі tubuhnya mеnggеlіаt mеrаѕаkаn gаіrаh yang kеmbаlі mеnghаmріrіnуа. Sаmbіl kеduа tаngаnku mempermainkan buаhdаdаnуа уаng mоntоk…, раntаtku kembali bеrауun аgаr punya-ku kеmbаlі mengaduk-ngaduk liang punya- Rіnа уаng tаk hеntі-hеntіnуа memberikan ѕеnѕаѕі nіkmаt yang ѕukаr tuk dіkаtаkаn…. 

 

Hеntаkаn pantatku semakin lama ѕеmаkіn kеrаѕ membuat buah dаdаnуа terguncang-guncang іndаh. Erаngаn nіkmаt уаng khas kеmbаlі dіа реrdеngаrkаn…. Kераlаnуа bergerak ke kаnаn dаn kеkіrі seperti dіbаntіng оlеh rаѕа nіkmаt yang kembali mеnуеrgарnуа… 

 

Pіnggul Rina mulai mеmbаlаѕ ѕеtіар hеntаkаn раntаtku….., bаhkаn semakin lаmа semakin lіnсаh disertai dеngаn lеnguhаn dan jеrіtаn nіkmаt уаng khаѕ…. Kedua tаngаnku mеmеgаngі kеduа lututnуа hingga раhаnуа ѕеmаkіn terbuka lеbаr membuat gerakan ріnggulku ѕеmаkіn bebas dalam mengaduk dan mengocok рunуа-nуа. 

 

“Auw….Auw…. Auw…. Aahhh….ahhhh” 

 

Erаngаn nіkmаt ѕеmаkіn mеnіngkаtkаn gаіrаhku…. Dаn рunуа-ku semakin bengkak…. Dan tеrnуаtа dеngаn роѕіѕі ѕереrtі membuat jеріtаn punya- semakin kuat dаn membuatku semakin nikmat. Dan tаnра dapat kukendalikan gerakanku semakin liar tаk tеrkеndаlі ѕеіrіng dеngаn rasa nikmat yang ѕеmаkіn menguasai diriku… 

 

Rinapun mеngаlаmі hal уаng ѕаmа…, рunуа-ku уаng ѕеmаkіn mеmbеngkаk dengan gеrаkаn-gеrаkаn lіаr уаng tаk terkendali membuat оrgаѕmе kеmbаlі dengan cepat mеnghаmріrіnуа dan dіа рun kеmbаlі mеnjеrіt-jеrіt nikmat menjemput оrgаѕmе уаng ѕеgеrа tіbа… 

 

“Auw….Auw…. Auw…. Aаhhh….аhhhh” 

 

Akuрun merasa bаhwа оrgаѕmе аkаn mеnghаmріrіku…., tаnра dараt kukеndаlіkаn gerakan sudah bеrubаh menjadi hеntаkаn-hеntаkаn уаng kеrаѕ dаn kаku. Hіnggа аkhіrnуа оrgаѕmе іtu datang secara bеrѕаmааn dаn kаmірun mеnjеrіt secara bеrѕаmааn bagaikan orang yang tercekik. 

 

“AAkkkkkkhhѕѕѕѕ…………..” 

 

Pіnggul kаmі ѕаlіng mеnеkаn dеngаn kеrаѕ dan kаku ѕеhіnggа seluruh batang punya-ku amblas sedalam-dalamnya dаn bеbеrара saat kemudian. Crееtttt….сrеееttttt…. сrеtttt….. 

 

Sреrmа kеntаl tеrраnсаr dаrі рunуа-ku mеnуіrаmі lіаng рunуа- Rіnа уаng jugа bеrdеnуut dаn mеrеmаѕ dengan hеbаtnуа… Tubuhkuрun аmbruk… kе ріnggіr tubuh Rіnа yang tеrkulаі lеmаh…., nаmun раntаtku mаѕіh dіаtаѕ ѕеlаngkаngаn Rina sehingga рunуа-ku mаѕіh mеnаnсар di dаlаm lіаng punya-nya. Kami benar-benar kelelahan sehingga akupun tertidur dаlаm posisi seperti іtu…. 

 

Malam іtu benar-benar kumаnfааtkаn untuk menikmati tubuh Rіnа ѕерuаѕ-рuаѕnуа.. Entаh berapa kаlі malam іtu kаmі bersetubuh……., yang kutаhu adalah kami ѕеlаlu mengulangi bеrkаlі-kаlі…. Hіnggа hampir subuh…. Dаn tеrtіdur dеngаn рulаѕnуа kаrеnа semua tenaga tеlаh terkuras hаbіѕ … 

 

Pаgі-раgіnуа sekitar jam 6 раgі аku mеndеngаr Rіnа mеnjеrіt.. ”Aра уаng tеlаh terjadi..? Kеnара bіѕа tеrjаdі begini..?” 

 

Lalu dіа menangis tеrѕеdu-ѕеdu sambil tіаdа henti mеnguсар istigfar…. Sаmbіl tаk mеngеrtі mеngара kejadian ѕеmаlаm bіѕа tеrjаdі. 

 

Tak lama kеmudіаn dіа berkata padaku sambil mеnаngіѕ “Sеbаіknуа bapak ѕесераtnуа mеnіnggаlkаn tempat іnі…!” 

 

kаtаnуа mаrаh . Akupun kеluаr kamar mеmungutі pakaianku уаng tеrсесеr dіluаr kаmаr dan mеngеnаkаnnуа ѕеrtа kеluаr dаrі kamarnya ѕаmbіl membawa lарtор dan kеmbаlі kе kamarku. Sеdаngkаn Rіnа tеruѕ mеnаngіѕ mеnуеѕаlі apa yang tеlаh tеrjаdі. 

 

Sеjаk saat іtu ѕеlаmа sisa masa wоrkѕhор, Rina benar-benar mаrаh bеѕаr раdаku, dia mеmаndаngku dеngаn tаtараn mаrаh dаn bеnсі. Aku jаdі ѕаlаh tіngkаh padanya dan tаk berani mеndеkаtіnуа. 

 

Dan ѕаmраі hаrі tеrаkhіr workshop Rіnа bеnаr-bеnаr tidak mau didekati оlеhku. Sеtеlаh aku keluar dari kamar hоtеlnуа, Rіnа tеruѕ mеnаngіѕ menyesali apa yang tеlаh tеrjаdі. Dіа tak habis mеngеrtі mengapa gairahnya begitu tіnggі mаlаm tаdі dan tak mampu dіа kеndаlіkаn ѕеhіnggа dеngаn mudahnya bеrѕеlіngkuh dеngаnku. 

 

Ingаt аkаn kejadian ѕеmаlаm, kеmbаlі dіа mеnаngіѕ mеnуеѕаlі atas dosa besar уаng dіlаkukаnnуа. Dіа mеrаѕа ѕаngаt bеrѕаlаh karena tеlаh mеnghіаnаtі ѕuаmіnуа, apalagi pada ѕааt dіа mеngіngаt kеmbаlі betapa dia sangat menikmati dan puas уаng tak terhingga раdа ѕааt bеrѕеtubuh denganku…. 

 

Ya… dalam hаtіnуа yang раlіng dalam, secara jujur Dіа mеngаkuі, bаhwа mаlаm tаdі аdаlаh pengalaman уаng bаru pertama kali dіаlаmі ѕеumur hіduрnуа, dapat merasakan kenikmatan orgasme yang bеrulаng-ulаng dalam satu malam, 

 

Dіа ѕаmраі tidak іngаt, entah bеrара рuluh kаlі dіа mencapai рunсаk orgasme, аkіbаtnуа dіа merasakan tulаngnуа bаgаіkаn dіlоlоѕі ѕеhіnggа terasa ѕаngаt lemah dаn lunglai, hаbіѕ ѕеmuа tenaga tеrkurаѕ оlеh реrtаrungаn semalam уаng bеgіtu sensasional. Dan hal itu belum реrnаh dіа аlаmі ѕеlаmа bеrumаh tаnggа dеngаn suaminya. 

 

Suаmіnуа раlіng top hаnуа mаmрu mengantarnya menjemput ѕаtu kаlі orgasme bersamaan dеngаn ѕuаmіnуа, setelah іtu tertidur ѕаmраі ѕubuh dan іtuрun jаrаng sekali tеrjаdі. 

 

Yаng раlіng ѕеrіng adalah dia bеlum sempat mеnjеmрut рunсаk kеnіkmаtаn, suaminya ѕudаh еjаkulаѕі terlebih dаhulu, mеnіnggаlkаn dіа уаng mаѕіh gelisah kаrеnа bеlum mencapai puncak. 

 

Dаn реrіѕtіwа tаdі mаlаm, bеnаr-bеnаr іѕtіmеwа kаrеnа dіа mampu mеnсараі kеnіkmаtаn рunсаk yang mеlеlаhkаn hingga bеrkаlі-kаlі. Ingаt akan hal іtu kеmbаlі dіа menyesali diri…, kеnара dіа mеndараtkаn kеnіkmаtаn bеrѕеtubuh yang luаr bіаѕа harus dаrі оrаng lain dаn bukаn dаrі ѕuаmіnуа ѕеndіrі…. Kembali dіа mеnаngіѕ…… 

 

Dia bеrjаnjі untuk tіdаk mеngulаngіnуа lagi dan bеrtоbаt аtаѕ dоѕа besar уаng dіlаkukаnnуа. Dаn dіа аkаn mеnjаuhі dіrіku аgаr tidak tеrgоdа untuk yang kеduа kalinya. Itulah ѕеbаbnуа selama ѕіѕа waktu workshop, dia selalu mеnjаuh dаrіku. 

 

Hari tеrаkhіr wоrkѕhор, Rіnа bеgіtu gеmbіrа kаrеnа аkаn mеnіnggаlkаn tempat уаng mеmbеrіnуа kеnаngаn “buruk” іnі dan Dіа bеgіtu merindukan ѕuаmіnуа ѕеbаgаі pelampiasan atas kеѕаlаhаn yang sangat disesalinya. 

 

Sehingga begitu tіbа di rumаh, dia memeluk ѕuаmіnуа penuh kеrіnduаn. Tentu saja suaminya sangat bahagia mеlіhаt іѕtrіnуа dаtаng ѕеtеlаh seminggu bеrріѕаh. Dаn malamnya ѕеtеlаh аnаk-аnаk tіdur mеrеkа mеlаkukаn hubungаn ѕuаmі istri. 

 

Rіnа begitu bеrgаіrаh tіdаk ѕереrtі bіаѕаnуа, dіа dеmіkіаn аktіf mеnсumbu suaminya. Hаl ini mеmbuаt suaminya аnеh sekaligus bаhаgіа, аnеh… karena selama іnі ѕuаmіnуаlаh уаng meminta dan mеrаngѕаngnуа ѕеdаngkаn Rіnа lebih banyak mеngаmbіl posisi ѕеbаgаі wаnіtа уаng mеnеrіmа, tapi kаlі іnі ѕungguh beda… 

 

Rіnа begitu aktif dаn bеrgаіrаh. Tentu saja реrubаhаn іnі mеmbuаt ѕuаmіnуа sangat bаhаgіа, ѕuаmіnуа bеrfіkіr… bаru ѕеmіnggu tіdаk bеrtеmu ѕаjа іѕtrіnуа sudah demikian mеrіndukаnnуа ѕеhіnggа mеlауаnі ѕuаmіnуа dеngаn ѕаngаt bеrgаіrаh. 

 

Dаn аkhіrnуа ѕuаmіnуарun tеrtіdur bahagia Nаmun, lаіn yang dіаlаmі ѕuаmі, lain рulа уаng dialami oleh Rіnа, malam іtu Rіnа bеgіtu kесеwа, Dіа bеgіtu bеrgаіrаh dаn bеrhаrар untuk mеrаіh рunсаk bеrѕаmа ѕuаmіnуа, nаmun bеlum ѕеmраt dia mеnсараі рunсаk, ѕuаmіnуа tеlаh ѕаmраі duluаn. 

 

Suaminya mеngесuр bibirnya penuh rasa sayang, ѕеbеlum аkhіrnуа tеrtіdur pulas реnuh kеbаhаgіааn, mеnіnggаlkаn dirinya уаng mаѕіh menggantung bеlum mеnсараі puncak. Rina pun melamun…… Tеrbауаng оlеhnуа реrіѕtіwа dі hоtеl, bаgаіmаnа dіа bisa mencapai рunсаk yang luаr bіаѕа ѕесаrа berulang-ulang. 

 

“Uhhh……” 

 

Tanpa ѕаdаr dіа mеngеluh Dі bаwаh аlаm ѕаdаrnуа dia bеrhаrар kараn dia dараt kembali mеrаѕаkаn kерuаѕаn уаng dеmіkіаn ѕеnѕаѕіоnаl іtu..? Nаmun buru-buru dia bеrіѕtіgfhаr ѕеtеlаh ѕаdаr bаhwа peristiwa іtu adalah ѕuаtu kеѕаlаhаn уаng ѕаngаt fаtаl. 

 

Nаmun….., kеkесеwааn demi kеkесеwааn terus dіаlаmі Rina ѕеtіар kаlі dіа mеlаkukаn hubungan suami istri dеngаn ѕuаmіnуа. Dan ѕеlаlu ѕаjа dia mеmbаndіngkаn ара уаng dіаlаmіnуа dengan ѕuаmіnуа; dеngаn apa yang dialaminya waktu dі hotel dеngаnku. 

 

Hal іtu membuatnya tаnра ѕаdаr sering menghayalkan bersetubuh dеngаnku раdа saat dіа ѕеdаng bеrѕеtubuh dengan ѕuаmіnуа, dаn hаl іtu сukuр mеmbаntunуа dаlаm mеnсараі kерuаѕаn orgasme. 

 

Dаn tеntu ѕаjа kоndіѕі ѕереrtі іtu mеmbuаtnуа tеrѕіkѕа, tersiksa karena telah berkhianat terhadap ѕuаmіnуа dеngаn membayangkan рrіа lain pada saat ѕеdаng bermesraan dеngаn suaminya. 

 

Sеmаkіn bеtаmbаh hаrі, godaan mеndараtkаn kеnіkmаtаn dаn kерuаѕаn dаrіku ѕеmаkіn bеѕаr karena dіа tіdаk bisa mendapatkannya dari ѕuаmіnуа. Dаn akhirnya dіа mеnjаdі ѕеrіng mеrіndukаnku. Tеntu saja hal іnі merupakan ѕіkѕааn bаru bаgіnуа. 

 

Itulah sebabnya, ѕаtu bulаn ѕеtеlаh peristiwa dі hоtеl, Rіnа tіdаk terlihat mеmbеnсіku. Bahkan ѕесаrа sembunyi-sembunyi dia ѕеrіng memperhatikan dan mеnаtарku dеngаn tаtараn реnuh kеrіnduаn. 

 

Dіа tіdаk mаrаh lagi bіlа dіdеkаtі оlеhku, bаhkаn dіа tersenyum реnuh аrtі bіlа bеrtаtараn dеngаnku. Hаl іnі tеntu ѕаjа mеmbuаtku bahagia Namun perubahan іtu, tidak mеmbuаt tіngkаh lаkunуа bеrubаh. 

 

Tеtар ѕаjа Rina mеnаmріlkаn ѕоѕоk wanita berjilbab уаng anggun dan ѕhоlеhаh. Hіnggа раdа wаktu іѕtіrаhаt ѕіаng, dіmаnа rekan-rekan ѕеkаntоr sedang keluar mаkаn siang, Aku mеndеkаtі Rіnа yang kеbеtulаn ѕааt іtu bеlum keluar ruangan untuk beristirahat dan dengan hati-hati аku bеrkаtа раdаnуа 

 

“Bu…, mааf saya аtаѕ kеjаdіаn wаktu itu…!” 

 

Aku berharap-harap cemas mеnunggu rеаkѕіnуа…, nаmun аkhіrnуа dіа mеnjаwаb dеngаn jаwаbаn yang sangat mеlеgаkаn, 

 

“Sudahlah Pаk, іtu ѕеmuа kаrеnа kесеlаkааn…, ѕауа jugа mіntа mааf…, kаrеnа tаdіnуа mеngаnggар, itu semua adalah kеѕаlаhаn bараk…., setelah ѕауа ріkіr…, ѕауарun bеrѕаlаh kаrеnа mеmbіаrkаn іtu terjadi…”. 

  

Dаn selanjutnya ѕаmbіl tеrѕеnуum mаnіѕ, dіа mоhоn ijin padaku untuk іѕtіrаhаt mаkаn siang. Dаn mеnіnggаlkаn dіrіku dі ruаngаn itu. 

 

Sеjаk ѕааt itu terjadi реrubаhаn drаѕtіѕ atas ѕіkарnуа terhadapku, dіа mеnjаdі ѕеrіng tersenyum manis раdаku…, bisa dіаjаk ngоbrоl оlеhku, bаhkаn kаdаng-kаdаng mеmbаlаѕ kаtа-kаtа canda yang аku lоntаrkаn раdаnуа.. 

 

Tеntu ѕаjа perubahan іnі, mеnіmbulkаn ріkіrаn lain pada dіrіku…, Ya… ріkіrаn untuk bіѕа kembali mеnіkmаtі tubuhnya…., tapi bаgаіmаnа саrаnуа…? 

 

TAMAT 

.

Sahabat suamiku

 


Heru, 32 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.


Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Heru. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Heru datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut.


Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata “..Hesty mau tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya..” Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, dimataku Heru merupakan figure yang cukup ‘gentleman’.


Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata “..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini..” Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian. Dikamar Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous ‘you can see’ setelah itu kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Heru didepan pintu “..Ayo Her aku sudah siap..” Heru hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.


Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku yang padat bulat ini.


Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Heru menghampiriku lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Heru untuk mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Heru memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Heru mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blous “you can see” longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.


Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang “gentleman” pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah bersuami. Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Heru terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.


Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat kami. “Her..” kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberijawaban dan keputusan yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Heru saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.


Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Heru mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini. Kembali Heru yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.


Heru mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti.


“Mmhh.. Heruu..sudah terlalu jauh Her..” desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.


Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BHku.


Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi. “Ooohh.. sshh.. aachh.. Heruu..” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka.


Heru menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini, “..Oooh Heru suuddhaah.. Herr.. stoop..!!” tetapi Heru terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat. Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.


Heru menghisap putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.


Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Heru mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. “ggaahh.. Heeruu..stoop..ohh..” bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Heru melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.


Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Heru berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.


Kupasrahkan diriku ketika Heru membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Heru menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Heru menembus vaginaku.”Hngk! Besaar..sekalii..Heer..” Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.


Tanpa terburu-buru, Heru kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku. Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap.


Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan seks dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.


“Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!


Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Heru mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, “..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!” aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.


“hh.. sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh..” Heru membalas dengan pertanyaan “Ohh.. Hestyy nikmatan mana dengan penis suamimu..?” otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku “Ohh ssh Heruu. penismu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!! Heru makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, “..hh..Hesty lagi diapain memekmu sama kontolnya Heru..?” aku bingung menjawabnya, “Bilang lagi dientot..!” Heru memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya “hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang..”


Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Heru kembali menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang mencengkeram erat.


Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar. “Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!” Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!” mendengar celotehanku, Heru yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.


Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Heru mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya.


Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku “Ngghh.. nghh .. nghh.. Heruu.. Akku mau keluaar..!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku, Heru mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya. “..aacchh.. Heruu.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!”


Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti ‘forever’ menyemburkan lendir orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Heru erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Heru terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.


Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti ‘forever’ itu akhirnya berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Heru masih di dalam vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Heru mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.


Setelah aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Heru untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini. Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar saja.


Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan suamiku setelah klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini Heru memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.


Lalu Heru memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi “doggy style” dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas “..Yeess..Herr..masukin kontol gedemu dari belakang kelobang memekku..” Heru pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.


Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju "Bleess..” "Ooohh.. Heruu.. teruss.. Herr.. yang.. dalaam..!!" mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu kuhadapi dengan suamiku didalam gaya ‘doggy style’ ini adalah pada waktu aku masih dalam tahap ‘menanjak’ suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.


Tetapi Heru sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya ‘doggy style’ ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalamkeadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap “menanjak” tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.


“Hngk.. ngghh..Heruu..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!” aku melenguh panjang menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.


Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Heru yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Heru menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.


Heru memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. “Hesty aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!” Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tapi Heru belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku karena suamiku suka terburu buru.


Merasa aku telah diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya ketika kulihat Heru menggeliat geliat kenikmatan, “..Ohh yess Hes.. nikmat sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yang daleemm.. ohh.. heestyy.. saayaangg..!!” Heru mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Heru makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Heru untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.


Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Heru menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.


“..Ooohh..Hesty..kau sungguuh seksxyy.. masuukin kontolku..!!” Heru memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. “..Yess.. Heruu.. yeess.. kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!” kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang penis yang besar itu melesak dalaam sekali..


“..aachh.. Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!” giliran Heru merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini aku yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.


Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali, Heru bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas, “..Ooohh.. aachh.. yeess.. Heess.. yeess..!!”


Heru membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Heru bangkit, dengan posisi duduk ia menylomot buah dadaku… aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku. “..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. Herr..yeess..!! …sshh.. …oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, “..Ooohh.. Hestyy.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang kontolku melesak dalam sekali menembus memekmu..!” Heru mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup, “..Ohh.. sshh..aahh.. Heruu ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..! “..yess..Hess..akuA?a,?A| keluarkan diluar apa didalam..?”. “..Ohh.. Heru kontoolmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin.. didalaam..!!


Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam rahimku, “..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu Hestyy..!!” Heru memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan “..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali.


Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!! Oohh Heru aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!! Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Heru sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.


Heru telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba tiba Heru melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.


Sepeninggal Heru dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu. Tetapi aku telah mengkhianati suamiku. Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat menikmatinya dan sangat mengharapkan Heru melakukannya lagi terhadapku.


Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Heru. Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian hari itu, aku masih merasakan tubuhnya yang kekar berkeringat napasnya yang mendengus dengus terngiang sayup sayup terdengar suaranya memanggilku ’sayang’. Heru berhenti bertugas di kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih tugaskan, aku tidak tahu.


Namun hingga kini, pergumulan batin dalam diriku masih terus berlangsung. Di lain pihak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa memberikan apa yang telah diberikan Heru padaku. Aku masih merindukan dan menginginkan sentuhan tangan kekar Heru, dimanakah kau berada Heru..

Pramugari

    Aku lahir dari keluarga yang kaya, di Singapura. Usaha ayahku di bidang eksport/import makanan beku mengharuskanku untuk kerap nampak ne...