Rabu, 08 Oktober 2025

Pramugari

  


Aku lahir dari keluarga yang kaya, di Singapura. Usaha ayahku di bidang eksport/import makanan beku mengharuskanku untuk kerap nampak negeri bertemu bersama dengan klien.

Suatu hari, saya wajib terbang ke LA. Dan perjalanan sepanjang 15 jam dari Singapura direct ke LA sangatlah panjang dan membosankan. Aku sudah melihat tiga film, makan dua kali dan masih tersedia sisa 7 jam perjalanan.

Karena saya duduk di bussiness class di upper deck, saya mampu leluasa turun ke lower deck. Karena dua-duanya adalah zone Bussiness Class. Sekitar 5 menit, saya lihat pemandangan awan dari jendela kecil.

” Excuse me, sir… ” sebuah suara halus menyapaku bersama dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis tengah tersenyum padaku. ” Are you from upper deck? ” Aku mengangguk, ” Yeah… why? ” saya mengintip name tag di dadanya.

Yuliana Sastri… wah nama indonesia nih ! ” I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time… ” jawabnya bersama dengan sopan. ” Dari Indonesia ya kamu? ” todongku. ” Lho… iya ! Bapak dari Indo juga? ” tanya lagi. ” Uh kok Bapak sih… belum terhitung tua, kok dipanggil Bapak… panggil nama aja… saya Joe… ” ” Oh… saya Lia… Bapak eh… kamu berkenan ke LA ya? ” kemudian kami ngobrol ngalor ngidul sepanjang tigapuluh menit.

Ia sudah tinggal di luar negeri sepanjang lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bandung. Umurnya baru 23. Belum memiliki pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lantas tiba-tiba seorang pramugari lain menghampirinya dan kala mereka mengobrol, saya mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka.

” Yah… saya ditinggal sendiri deh, hehe… ” katanya setelah temannya pergi. ” Lho, kenapa? ” ” Jam istirahat… tadi saya uda istirahat 3 jam… dan habis ini giliran shift ke dua istirahat. selayaknya berdua-berdua, tetapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam kembali baru balik. Untung aja gak penuh… ” ” Oh… gitu… ya… gapapa deh… saya temani… saya bosen banget dari tadi di atas… sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi… “

Lia tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan saya menjadi meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali layaknya orang Jepang. ” Kamu beneran nih belum memiliki cowok?” tanyaku iseng. ” Lagi ga ada… soalnya cowok terakhir bikin jadi bosan banget. Dia ga fun dan old fashion… “

Lalu ia menjadi bercerita mengenai mantannya yang masih menganut kebiasaan kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita. ” Maaf ya, saya kok jadi cerita kayak gini… hihi… habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik serupa saya ya… mungkin saya terlalu jelek ya… ” katanya menerawang.

” Gak, kok… kamu cantik banget… dan… ” saya menatap matanya, ” seksi… bodi kamu seksi banget. Daritadi saya berkhayal bodi kamu di balik seragam itu… ” tambahku bersama dengan berani. Mungkin saya menjadi mabuk sebab dua gelas white wine. ” Masa? Kamu boong ya… Joe… saya kan ga seksi. Toketku aja cuma 34B, hmmm ga seksi serupa sekali deh… ” Aku menatapnya bersama dengan penuh napsu. 34B, boleh juga… ” Kalau kamu kasi saya liat, saya mungkin mampu menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak… ” tantangku.

“Yuk raih keberuntunganmu dengan bermain kartu online dengan menggunakan uang asli, hanya di dominobet anda akan mendapatkan jackpot hingga puluhan juta rupiah

Lia tampak terkejut. Tapi ia lantas lihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap sebab seluruh penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku ,” Beneran nih? ” ” Sumpah… ” Lalu Lia memberi sinyal agar saya mengikutinya. Ia lantas menjadi berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas daripada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin sebab suara mesin.

Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia Mengenakan bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu. ” Lia… kamu seksi banget… ” desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Lia membalas ciumanku bersama dengan penuh gairah, dan saya mendorong tubuhnya ke dinding toilet.

Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Lia mendesah pelan. Ia menciumku makin lama dalam. Aku lantas berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya. Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak terlalu seksi. ” God, u re so sexy, baby… ” bisikku di telinganya.

Lalu tanganku langsung repot membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Lia menjadi meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak suka menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, saya langsung menciumi seluruh payudaranya. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat.

Aku ingat, pacarku paling suka kalau saya berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak tersedia waktu, sebab siapa saja mampu mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah. Lia menjadi berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kontolku yang keras dari balik boxer kainku, dan mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Lia ke westafel dan kubuka celana dalamnya. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya.

Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing layaknya cewek-cewek di luar pada umumnya. Kujilati memeknya bersama dengan nikmat, sudah terlalu basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya bersama dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan.

Kumasukan dua jari tanganku ke dalam memeknya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak terlalu menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam liangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin lama membuka pahanya, melewatkan saya laksanakan bersama dengan leluasa. Semakin saya cepat menggosok klitorisnya, makin lama keras desahannya.

Sampai-sampai saya risau bakal tersedia orang yg mendengar dari luar. Lalu tiba-tiba ia raih kepalaku, dan layaknya menyuruhku menjilati memeknya. ” Ahhh… ahhh… I’m gonna come… Arghhhh… uhhh… yes… yes… baby… ” ia mendesah-desah girang ketika lidahku menghimpit klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin lama mengocok memeknya. Semenit kemudian, Lia terlalu orgasme, dan sebabkan mulutku basah kuyub bersama dengan cairannya. Ia tersenyum lantas mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri bersama dengan nikmat.

Ia lantas mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku bersama dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kontolku yang belum tegak benar. Jari-jarinya bersama dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, saya menjadi bakal keluar. Jilatan dan isapannya terlalu kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat.

Lia si pramugari melewatkan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok kontolku bersama dengan penuh gairah. Dadanya naik turun bersama dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya bersama dengan keras. Ia tampak terlalu menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, saya memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya agar saat ini posisiku berdiri, bersama dengan kakinya melingkar di pinggangku.

Kupegang pantatnya yang berisi dan menjadi kukocok bersama dengan kasar. Lia si pramugari tampak terlalu menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit bersama dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ,” Oh… gitu Joe… gigit layaknya itu… I feel sexy… ”

Kugigit bersama dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Lia makin lama terangsang. kontolku tetap memompa memeknya bersama dengan cepat, dan kurasakan memeknya makin lama menyempit… ” gila… memek lo kok menyempit gini, sih Lia… Oh… gila… ” Ia tersenyum senang.

Mungkin ia suka latian body language, soalnya pernah mantanku yang guru BL, mampu menyesuaikan memeknya jadi sempit jadi gini, bersama dengan latihan rutin. kontolku nampak masuk memeknya bersama dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Lia merem melek, dan ia makin lama menggila, lenguhan dan desahannya makin lama kencang sampai saya wajib menutup mulutnya bersama dengan sebelah tangannku.

” Ah joe… You’re so… soo… Ohh… i am gonna come… i m gonna come… again… Arghhh… Ohhhhh uhhhhhh… ” Lia orgasme untuk ke dua kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena saya masih belum keluar, saya mencabut kontolku dari memeknya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap westafel.

Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Lia si pramugari tampak paham maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kontolku ke memeknya dari belakang. Ia mengeram senang, dan saya mampu lihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya luntur sebab keringat, tetapi tubuh seksinya tampak terlalu indah.

Aku menjadi memompa memeknya bersama dengan pelan, lantas makin lama cepat, dan tangan kiriku raih puting payudaranya, dan memilinnya bersama dengan kasar, kala tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. ” yeah… I am your bitch… fu*k me real hard… please… “

Buset… ga nyangka tampilan manisnya ternyata cuma di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin lama terangsang. kontolku makin lama cepat menusuk2 memeknya yang makin lama lama makin lama menjadi licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya bersama dengan cepat.

“Mau Dapat Uang Dengan Main Kartu Online Seperti Poker, Kiyu-kiyu,ceme, Capsa? Buruan Daftar Diri Anda di Domino QiuQiu dan Dapatkan Jackpot Dari Game Ini”

Badan Lia si pramugari naik turun cocok irama kocokanku, dan saya makin lama horny melihatnya menggumamkan kalimat kasar. kontolku makin lama tegang dan tetap menghantam memeknya dari belakang. Ia berkenan orgasme lagi, rupanya, sebab wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya bersama dengan lebih cepat. ” Ah… baby… yeah… oh yeah… ” kontolku menjadi makin lama becek oleh cairan memeknya.

“Lia… saya terhitung berkenan nampak nih… ” ” oh tahan dulu… kasih aku… kontolmu… tahan!!!!” Lia langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kontolku bersama dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun bersama dengan cepat layaknya permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ” ArGGGhhhh!! Oh yes !! ” erangku tertahan.

Lia si pramugari menyedot kontolku bersama dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kontolku, tetapi ia tidak peduli, tangan kirinya menghimpit pelirku dan kanannya mengocok kontolku bersama dengan gerakan makin lama pelan.

Kakiku lemas dan saya terduduk di kursi toilet yg tertutup. Lia si pramugari berlutut dan menjilati seluruh kontolku bersama dengan rakus. ” Kamu risau gak, kalau saya bilang, saya suka banget serupa sperma cowok ?” bisiknya bersama dengan suara manis sekali. Di sela-sela engahanku, saya menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga berkenan serupa cewek hot begini… !!

Setelah Lia si pramugari menjilat bersih kontolku, ia memakaikan celana jeansku, lantas Mengenakan seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam kala 5 menit, ia sudah tampak layaknya pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks layaknya barusan. Ia memberi sinyal agar saya tidak bersuara, lantas perlahan-lahan membuka pintu toilet.

Setelah yakin aman, ia nampak dan saya mengikutinya dari belakang.

” Baiklah, Pak Joe… saya wajib siap-siap untuk meal pelayanan berikutnya, mungkin Bapak berkenan istirahat sejenak? ” godanya bersama dengan suara seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum saya ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang terlalu panas.

Habis flight itu, ia memberiku no telepon hotelnya di LA, dan kami ngeseks gila-gilaan tiap hari. Ternyata Lia si pramugari terlalu hyper sex dan mampu orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan saya cuma mampu bucat 2 kali sehari. Dalam flight kembali ke LA, saya mengupgrade kursiku ke first class , sebab ia bertugas di first class.

Dan sekali kembali kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan kawan kerjanya. Kami masih kerap ketemu sampai hari ini. Kalau saya ke kota dimana dia tinggal

Saat jauh dari istri

 kurasakan tangan Novi memegang perutku.

“Mau kemana Ed?”, tanyanya sambil melepas nafar panjang.

“Mau mandi dulu nich, lengket semua rasanya badanku”, Jawabku sambil menoleh ke arahnya.

“Mau Dapat Uang Dengan Main Kartu Online Seperti Poker, Kiyu-kiyu,ceme, Capsa? Buruan Daftar Diri Anda di Domino QiuQiu dan Dapatkan Jackpot Dari Game Ini”

“Tunggu dikit lagi, kita mandi sama-sama” Novi memohon sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggangku.

Lalu kamipun pergi ke kamar mandi dan mandi berdua serta mengulanginya permainan seks yang sempat terputus tadi di kamar. Setelah merasa puas melakukan persetubuhan, kamipun istirahat sambil berpelukan hingga esok pagi. Sejak kejadian itui saya dan Novi semakin akrab dan selalu mengulangi persetubuhan yang telah kami lakukan. Sampai akhirnya istrikupun pulang kembali ke apartemenku, tapi itu tidak membuatku lupa akan persetubuhan dengan Novi.

Kami sering melakukan persetubuhan di apartemenku tatkala istriku tidak ada atau di kantor, hotel serta apartemen Novi bila istriku sedang di rumah.

Rabu, 01 Oktober 2025

Tante depan rumah



Cerita Dewasa – Boby namaku, umurku 18 tahun, aku adalah anak tetangga depan rumah Melisa. Aku masih kelas 3 SMP. Boby adalah sosok anak laki-laki yang mulai mengalami masa puber,masa ingin tau, masa ingin mencoba sesuatu hal yang membuat dia penasaran.


Melisa umur 31 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga, mempunyai dua orang anak yang satu umurnya 2 tahun dan yang satu umurnya 6 tahun. Suaminya, Bagas umurnya 40 tahun, adalah karyawan di suatu perusahaan swasta di Bandung. Melisa sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan wanita. Tapi ada yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat aduhai sekali. Payudaranya sangat besar, sangat enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat.


Waktu itu Melisa sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Melisa langsung mengejar mereka. Tapi tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Melisa terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Melisa langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Boby, anak tetangga depan rumah Melisa kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Melisa sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Boby langsung lari ke arah Melisa.


“Kenapa tante?” tanya Boby.

“Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Bob…” ujar Melisa sambil meringis.

“Bantu saya berdiri, Bob…” kata Melisa.

“Iya tante,” kata Boby sambil memegang tangan Melisa dan dibimbingnya bediri.

“Bob, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya…” kata Melisa.

“Iya tante,” kata Boby sambil segera menghampiri anak-anak Melisa.


“Raih Keberuntunganmu dengan bermain Dominobet, games kartu online dengan menggunakan uang asli, terdiri permainan Capsa, Poker, Kiyu-kiyu, Sakong dan lain-lain. Dapatkan Jackpot hingga ratusan juta rupiah.”


Sementara Melisa segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Boby mengantarkan anak-anak Melisa ke rumahnya, Melisa sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.


“Ada obat merah tidak, tante?” tanya Boby.

“Ada di dalam, Bob,” kata Melisa.

“Kita ke dalam saja…” kata Melisa lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dalam rumah.

Boby dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.

“Mana obat merahnya, tante?” tanya Boby.

“Di atas sana, Bob…” kata Melisa sambil menunjuk kotak obat.

Boby segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Boby segera kembali dan mulai mengobati lutut Melisa.

“Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Boby.

“Tidak apa-apa kok, Bob. Tante senang ada yang menolong,” kata Melisa sambil tersenyum.

Boby mulai memegang lutut Melisa dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.

“Aduh, perih…” kata Melisa sambil agak menggerakkan lututnya.


Cerita Seks Tante Bohay Depan Rumah – Secara bersamaan rok Melisa agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Boby. Boby terkesiap melihatnya. Tapi Boby pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus Melisa menggoda mata Boby untuk melirik walau kadang-kadang. Hati Boby agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Melisa. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Melisa memakai celana pendek.


Boby biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Melisa sambil onani. Tapi kini, di depan mata sendiri, paha mulus Melisa sangat jelas terlihat. Melisa sepertinya sadar kalau mata Boby sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Melisa merapikan duduknya dan juga menutup pahanya. Bobypun sepertinya terkesima dengan sikap Melisa tersebut. Boby menjadi malu sendiri.


“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Boby.

“Iya, terima kasih,” kata Melisa sambil tersenyum.

“Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi,” ujar Melisa lagi sambil tetap tersenyum.

“Kenapa kamu nunduk terus, Bob?” tanya Melisa.

“Tidak apa-apa, tante…” ujar Boby sambil sekilas menatap mata Melisa lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.

“Ayo, ada apa?” tanya Melisa lagi sambil tersenyum.

“Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tidak sengaja…” kata Boby sambil tetap menunduk.

“Lihat apa?” tanya Melisa pura-pura tidak mengerti.

“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Boby sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri. Melisa tersenyum mendengarnya.

“Tidak apa-apa kok, Bob,” kata Melisa.

“Kan hanya melihat.. Bukan memegang,” kata Melisa lagi sambil tetap tersenyum.

“Lagian, saya tidak keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Melisa lagi sambil tetap tersenyum.


Ketika kaki Boby menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yang berdesir dari kaki yang tersentuh sampai ke hati. Melisa merasakan sesuatu yang lain akan kejadian tak sengaja itu.. Tiba-tiba Melisa merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yang membuat perasaannya tidak menentu. Sentuhan kaki Boby terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh.


“Kamu sudah punya pacar, Bob?” tanya Melisa sambil menatap Boby.

“Belum tante,” kata Boby sambil tersenyum.

“Lagian saya tidak tahu caranya mendapatkan perempuan,” ujar Boby lagi sambil tetap tersenyum. Melisapun ikut tersenyum.

“Pernah tidak kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Melisa lagi.

“Keinginan apa tante?” tanya Boby. Melisa tersenyum.

“Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara…” kata Melisa.

Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.

“Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?” tanya Melisa.

“Tidak ada, tante,” kata Boby.

“Tadi tante mau tanya apa?” kata Boby penasaran.

“Begini, apakah kamu suka kepada Bobita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh Bobita?” tanya Melisa.


“Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tidak akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Melisa lagi.

“Kamu juga mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Melisa lagi.

“Iya, tante,” kata Boby.

“Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi…” kata Melisa sambil tersenyum.

“Ya, saya suka melihat perempuan yang tubuhnya bagus. Saya juga suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Boby tanpa ragu.

“Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Melisa lagi. Boby agak ragu untuk menjawab.

“Ayolah…” kata Melisa sambil memegang tangan Boby. Tangan Boby bergetar.. Melisa tersenyum.

“Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, juga.. Juga.. Juga saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…” kata Boby dengan nafas tersendat.

“Oh, ya? Tadi itu kamu lihat apa saja,” kata Melisa pura-pura tidak tahu, sambil terus menggenggam tangan Boby yang terus gemetar.


“Mm.. Lihat orang sedang begituan…” kata Boby.

“Begituan apa?” tanya Melisa lagi.

“Ya, lihat orang sedang bersetubuh…” kata Boby.

Melisa kembali tersenyum, tapi dengan nafas yang agak memburu menahan sesuatu di dadanya.

“Kamu suka tidak film begitu?” tanya Melisa.

“Iya suka, tante?” kata Boby sambil menunduk.

“Mau coba seperti di film, tidak?” kata Melisa.

Boby diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Melisa mendekatkan tubuhnya ke tubuh Boby. Wajahnya di dekatkan ke wajah Boby.

“Mau tidak?” tanya Melisa setengah berbisik.


Cerita Seks Tante Bohay Depan Rumah – Boby tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Melisa membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Boby. Boby tetap diam dan makin gemetar. Melisa terus menciumi wajah Boby, lalu akhirnya dilumatnya bibir Boby.. Lama-lama Bobypun mulai terangsang nafsunya. Dengan pasti dibalasnya ciuman Melisa.


“Masukkan tangan kamu ke sini…” kata Melisa dengan nafas memburu sambil memegang tangan Boby dan mengarahkannya ke dalam baju Melisa.

“Masukkan tangan kamu ke dalam bra saya, Bob.. Pegang payudara saya,” kata Melisa sambil tangannya meremas Penis Boby dari luar celana.


Sementara tangan Boby sudah masuk ke dalam Bra Melisa dan mulai meremas-remas payudara Melisa.


“Mmhh.. Terus sayang…” kata Melisa.

“Tangan saya pegal, tante…” kata Boby polos.

“Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk…” ajak Melisa sambil menarik tangan Boby. Sesampainya di dalam kamar..

“Buka pakaian kamu, Bob…” ujar Melisapun melepas seluruh pakaiannya sendiri.

“Iya, tante…” kata Boby.


Melisa setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Boby terkesima melihat tubuh telanjang Melisa. Seumur-umur Boby, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita di depan mata. Apalagi wanita tersebut adalah wanita yang sering di bayangkannya bila onani. Penis Boby langsung tegang dan tegak.


“Naik sini, Bob…” kata Melisa.

“Iya, tante…” kata Boby.

“Sini naik ke atas tubuh saya…” kata Melisa sambil mengangkangkan pahanya.


Boby segera menaiki tubuh telanjang Melisa. Melisa langsung melumat bibir Boby dan Bobypun langsung membalasnyanya dengan hebat. Sementara satu tangan Boby meremas payudara Melisa yang tidak terlalu besar. Sementara Penis Boby sesekali mengenai belahan vagina Melisa.


“Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus…” desah Melisa sambil memegang tangan Boby yang sedang meremas payudaranya, dan tangan mereka bersamaan meremas payudaranya.

“Ohh.. Sshh…” kata Melisa. Bobypun dengan bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati payudara Melisa.

“Bob, jilati vagina ya, sayang…” pinta Melisa.

“Tapi saya tidak tahu caranya, tante,” kata Boby polos.

“Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke vagina, lalu kamu jilati belahannya…” kata Melisa setengah memaksa dengan menekan kepala Boby ke arah vaginanya.


Boby langsung menuruti permintaan Melisa. Dijilatinya belahan vagina Melisa sampai tubuh Melisa mengejang menahan nikmat.

“Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang…” desah Melisa sambil meremas kepala Boby.

“Bob, kamu jilati bagian atas sini…” kata Melisa sambil jarinya mengelus kelentitnya.

Lalu lidah Boby menjilati habis kelentit Melisa.. Melisa kembali menggelepar merasakan nikmat yang teramat sangat.

“Teruss.. Sshh.. Ohh…” desah Melisa sambil badannya semakin mengejang.


Pahanya rapat menjepit kepala Boby. Sementara tangannya semakin menekan kepala Boby ke vaginanya. Tak lama..

“Ohh…” desah Melisa panjang. Melisa orgasme.

“Sudah, Bob.. Naik sini,” kata Melisa.

Boby lalu menaiki tubuh Melisa. Melisa lalu mengelap mulut Boby yang basah oleh cairan vaginanya. Melisa tersenyum, lalu mengecup bibir Boby.

“Mau tidak Penis kamu saya hisap,” kata Melisa.

“Mau tante,” kata Boby bersemangat.

“Bangkitlah.. Sinikan Penis kamu,” kata Melisa sambil tangannya meraih Penis Boby yang tegang dan tegak.


Cerita Seks Tante Bohay Depan Rumah – Boby lalu mengangkangi wajah Melisa. Melisa segera mengulum Penis Boby. Tidak hanya itu, Penis Boby lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Boby tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.


“Ohh.. Tantee.. Enaakk…” jerit kecil Boby sambil memompa Penisnya di mulut Melisa.

“Masukkin ke vagina, sayang…” kata Melisa setelah dia beberapa lama menghisap Penis Boby.

Boby lalu mengangkangi Melisa. Sementara tangan Melisa memegang dan membimbing Penis Boby ke lubang vaginanya.


“Ayo tekan sedikit, sayang…” kata Melisa.


Boby berusaha menekan Penisnya ke lubang vagina Melisa sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Penis Boby berhasil masuk dan mulai memompa vagina Melisa. Boby merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang Penisnya.


“Mau Dapat Uang Dengan Main Kartu Online Seperti Poker, Kiyu-kiyu,ceme, Capsa? Buruan Daftar Diri Anda di Domino QiuQiu dan Dapatkan Jackpot Dari Game Ini”


“Bagaimana rasanya, Bob?” tanya Melisa sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.

“Ohh.. Sangat enakk, tanttee…” kata Boby tersendat sambil memompa Penisnya keluar masuk vagina Melisa.


Melisa tersenyum.. Setelah sekian lama memompa Penisnya, tiba-tiba tubuh Boby mengejang. Gerakannya makin cepat. Melisa karena sudah mengerti langsung meremas pantat Boby dan menekankannya ke vaginanya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..


“Ohh.. Hohh…” desah Boby. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Melisa.

“Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Melisa sambil memeluk Boby.

“Sangat enak, tante…” kata Boby.

Pramugari

    Aku lahir dari keluarga yang kaya, di Singapura. Usaha ayahku di bidang eksport/import makanan beku mengharuskanku untuk kerap nampak ne...